Jakarta, innews.co.id – Dulu, wilayah Tapanuli Utara dikenal sebagai tempat yang bersih. Sayangnya, kini tidak demikian. Karena itu, soal kebersihan harus menjadi fokus Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara yang baru saja dikukuhkan.

Tidak hanya itu, di masa kolonial, Tarutung dikenal sebagai salah satu daerah terbaik di Indonesia. Citra ini harus bisa dikembalikan oleh pasangan Drs. Nikson Nababan dan Sarlandy Hutabarat.

Hal ini disampaikan tokoh Batak di Jakarta, DR. Djonggi M. Simorangkir, SH., MH., saat ditemui di sebuah restoran di kawasan elit Menteng, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Djonggi berharap, baik Bupati maupun Wakil Bupati bisa benar-benar bekerja, mengangkat masyarakat yang cenderung hidupnya masih di bawah garis kemiskinan. “Di era serba canggih sekarang ini dibutuhkan orang-orang yang berkualitas tinggi,” jelas Djonggi yang dikenal sebagai advokat senior ini.

Selain itu, bagaimana pemimpin daerah bisa mendorong orang Batak yang sudah sukses di perantauan bisa kembali menaruh perhatian terhadap kampung halamannya.

Kembali ke soal kebersihan, Djonggi berharap pemerintah Taput yang baru dilantik bisa turun tangan menjadikan Tarutung sebagai kota yang bersih. “Kalau kota bersih, pikiran warga pun bersih dan akan hidup teratur,” tandas Djonggi seraya memaparkan punya kerinduan punya rumah di Tarutung kalau daerah tersebut bersih.

Kebersihan, kata Djonggi, adalah masalah mental. “Kalau warga dibiasakan hidup bersih, maka semua bisa tertata rapih,” imbuhnya.

Bersih, lanjut Djonggi, bukan berarti rumah harus mewah. Sekalipun rumah kayu, tapi dikelola dengan bersih, tetap bersih juga.

Selain itu, rumah makan dan hotel juga harus bersih. “Sudah tidak zamannya lagi kita hidup kotor. Bupati dan Wakil Bupati harus mau sidak atau blusukan sampai ke bawah untuk memastikan Taput menjadi daerah yang bersih,” ujar Djonggi. (RN)

Hosting Unlimited Indonesia