Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo ditengah anak-anak Indonesia dalam perayaan Hari Anak Nasional

Jakarta, innews.co.id – Jangan pernah bermimpi melihat Indonesia menjadi negara yang maju di kemudian hari, bila tidak sedini mungkin menyiapkan generasi mudanya menjadi pribadi-pribadi yang tanggung, berkarakter, beriman, dan berwawasan kebangsaan.

Mungkin warning ini tidaklah berlebihan melihat sederet kasus masih menghantui anak-anak Indonesia di berbagai tempat. Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd., Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) menyatakan keprihatinan mendalam terhadap berbagai masalah yang mendera anak-anak Indonesia.

Dalam siaran pers yang diterima innews, dengan gamblang menyampaikan berbagai hal penting yang patut mendapat perhatian dan perenungan dari semua pihak—termasuk pemerintah, dan untuk selanjutnya diejawantahkan dalam berbagai program agar dapat menghasilkan anak-anak Indonesia yang unggul, beriman, dan berwawasan kebangsaan.

Menurut Giwo, maju tidaknya sebuah bangsa tidak bisa dilepaskan dari peran generasi baru. “Anak-anak kini adalah calon pemimpin di masa depan. Oleh karena itu, anak memiliki peran penting yang harus mendapat perhatian serius. Jangan abaikan hak dan perlindungan terhadap anak. Bila dilakukan, maka itu dosa besar bagi sebuah bangsa,” tandasnya.

Diingatkan pula, akhir-akhir ini kian menipisnya nilai-nilai patriotisme yang dimiliki generasi baru. “Ini sangat disayangkan. Harusnya hal tersebut harus terus digaungkan kepada generasi now. Dengan tahu akan sejarah bangsa, maka nilai patriotisme dan nasionalisme akan tumbuh bersemi dalam sanubari generasi baru,” ujarnya.

Dikritisi pula soal gempuran teknologi dalam arus globalisasi yang membuat terjadinya perubahan radikal dalam kehidupan masyarakat. Namun, di sisi lain bisa memudarkan nasionalisme dan jati diri bangsa. Bahkan bisa menjadi ancaman bagi kedaulatan NKRI. “Ini menjadi tanggung jawab semua komponen bangsa (termasuk prempuan Indonesia) yang didasari oleh spirit patriotisme dan nasionalisme,” imbuh Giwo.

Ditambahkannya, sebagai “Ibu Bangsa”, perempuan Indonesia memiliki tanggung jawab besar untuk dapat mendidik generasi baru. Ada dua aspek penting dalam pembentukan tumbuh kembang anak yang sempurna, 1) nutrisi lengkap dan seimbang (hardware) dan 2) stimulasi (software) yang dapat membantu tumbuh kembangnya.

“Anak harus bisa mengkolaborasikan hardware dan software. Dengan nutrisi yang baik dan seimbang akan membuat mata, telinga, otak, mulut, tangan, dan kaki anak dapat bekerja dengan baik dalam menyerap, mengolah, dan mengekspresikan informasi yang masuk. Untuk membuat anak berperilaku baik, orangtua pun harus memberikan stimulasi (sumber informasi) yang baik. Informasi yang baik akan menghasilkan sesuatu yang baik bagi anak,” urai Giwo Rubianto.

Hal lain yang tak kalah pentingnya, menurut Giwo adalah pendidikan kewarganegaraan. “Penting pendidikan kewarganegaraan bagi generasi baru. Sepatutnya karakter wanita Indonesia mencerminkan moral Pancasilais, mengamalkan nilai-nilai Pancasila, cinta tanah air, dan turut bertanggung jawab atas masa depan bangsa,” serunya.

Dikatakan, ibu merupakan fondamen tumbuh kembang anak. Ditengah banyak kasus yang mendera anak, menurut Giwo, sudah semestinya para ibu meningkatkan komitmennya dalam mengawal tumbuh kembang anak secara optimal.

Saat ini, jelasnya, tantangan serius di dunia digital masih terjadi. Selain itu, literasi terhadap anak oleh orangtua masih terbatas. “Ayo kawal anak kita agar tidak terpapar dampak negatif dari gadget. Pastikan anak kita memiliki literasi yang memadai sehingga gadget hadir positif buat anak, bukan sebaliknya. Kelola waktu agar anak tidak terpapar gadget. Pastikan anak terpantau agar mereka aman dari segala potensi ancaman,” pinta Giwo Rubianto. (RN)