Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd., Ketua Umum KOWANI di ruang kerjanya

Jakarta, innews.co.id – Meski tengah disibukkan serangkaian persiapan menuju ‘Temu Nasional 2018” di Yogyakarta, 13-14 September 2018, Kongres Wanita Indonesia (Kowani) sebagai lembaga kaum perempuan tertua di dunia yang berbentuk federasi tetap aktif memperjuangkan berbagai hal, salah satunya adalah kepedulian terhadap lingkungan hidup.

Sekitar 20-an pengurus Kowani mengunjungi Badan Pengelola Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BP DAS-HL) untuk melihat langsung bagaimana cara penyemaian bibit pohon, baik itu pohon pelindung, pohon produktif, maupun buah-buahan di Desa Jomin, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (26/7).

“Kami melihat langsung penyemaian permanen bibit pohon yang dilakukan serta melakukan penanaman pohon pelindung dan produktif dan buah-buahan,” jelas Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd., Ketua Umum Kowani di ruang kerjanya, Jumat (27/7).

Di sana, rombongan Kowani diterima langsung oleh Dharma Wanita BP DAS, Dharma Wanita Perhutani, dan pihak lainnya. Kunjungan tersebut selain melihat langsung penyemaian juga untuk kita berbincang menyamakan visi-misi dalam hal kepedulian perempuan terhadap lingkungan.

Lebih jauh Giwo mengatakan, “Para ‘Ibu Bangsa’ diharapkan juga menaruh kepedulian terhadap lingkungan masing-masing. Mari sama-sama kita ciptakan lingkungan yang bersih, aman, dan nyaman. Salah satunya dengan rajin menanam pohon”.

Selain itu, Giwo juga menyerukan para Ibu Bangsa untuk senantiasa memelihara kebersihan lingkungan. “Biasanya kaum perempuan itu telaten dan pembersih. Karena memang penting kita memiliki lingkungan yang bersih dan sehat. Dengan lingkungan yang bersih dan sehat, maka generasi bangsa pun akan tumbuh dengan sehat,” ujar Giwo.

Tidak itu saja, disampaikan pula untuk membiasakan menggunakan produk-produk yang bisa didaur ulang (reduce, reuse, dan recycle). Kebetulan di Kowani sendiri ada bidang khusus yang menangani soal lingkungan hidup. (RN)