Pengamat politik dan sosial kemasyarakatan Ibu Kota DR. John N. Palinggi, MBA., MM., di ruang kerjanya, di Jakarta, Jumat (28/9/2019)

Jakarta, innews.co.id – Setiap pebisnis harus memiliki optimisme. Kalau belum apa-apa sudah pesimis, itu sama artinya belum mulai sudah hancur duluan.

Hal ini dikatakan Ketua Umum Asosiasi Rekanan Dagang dan Industri Indonesia (ARDIN) Dr. John N. Palinggi, MM., MBA., di Jakarta, Senin (21/10/2019). Dikatakannya, seorang pemenang bukannya tidak pernah kalah, tapi yang utama tidak pernah menyerah.

“Pebisnis yang hanya coba-coba pasti akan hancur karena kerjanya mengeluh sama-sini,” tambahnya.

Hal lainnya yang tak kalah penting dalam dunia bisnis, kata John, adalah kejujuran. “Kalau kita menipu orang lain, itu potret diri yang sangat buruk dan menghilangkan kepercayaan pihak lain,” tambah John yang juga dikenal sebagai Sekjen BISMA, wadah interaksi lintas agama ini.

Kepercayaan, kata John, menjadi modal berharga yang bisa membawa keberhasilan bagi seseorang, disamping ulet, sayang terhadap sesama, menghormati pemimpin, dan berserah diri pada Tuhan.

Lebih spesifik bicara soal perdagangan ritel, John mengharapkan pemerintah kedepan bisa memberikan perhatian lebih bagi para pedagangnya, sehingga bisa menjangkau barang-barang dan mendistribusikannya dengan lebih baik lagi.

Diakui banyak pedagang ritel yang gulung tikar. Menurut John, ini lantaran ada ketidakmampuan pedagang melakukan adaptasi terhadap perkembangan zaman yang sudah demikian maju, sementara pola yang dipakai juga mungkin masih tradisional. Namun, bisa juga sengaja tutup untuk menghindari risiko bisnis yang lebih besar atau tuntutan pajak yang belum terselesaikak di masa lalu.

Karena itu, John yang sudah lebih dari 41 tahun dalam dunia bisnis ini berharap para pedagang ritel bisa melakukan penyesuaian barang kebutuhan dengan teknologi yang ada disertai survei pasar apa yang saat ini benar-benar dibutuhkan oleh konsumen.

Kembali John mengingatkan, jangan pernah menyerah. Lakukan terobosan dan inovasi dalam dunia bisnis. (RN)