DR. John N. Palinggi, MM., MBA., pengamat politik dan sosial kemasyarakatan di Jakarta, Jumat (25/10/2019)

Jakarta, innews.co.id – Komposisi personil di Kabinet Indonesia Maju (KIM) yang baru saja dilantik di Istana Negara, Rabu (23/10/2019), melahirkan optimisme dan harapan baru untuk Indonesia lebih maju dan masyarakatnya kian sejahtera.

Penegasan ini disampaikan DR. John N. Palinggi, MM., MBA., pengamat politik dan sosial kemasyarakatan di Jakarta, Jumat (25/10/2019) sore. Menurutnya, mereka yang masuk pada KIM merupakan orang-orang pilihan yang memiliki kemampuan mumpuni, loyalitas tinggi terhadap bangsa dan negara, berkarakter kuat, serta tentunya diharapkan mampu bekerja baik dalam mewujudkan visi-misi Presiden-Wakil Presiden sebagai Pemimpin Negara.

Jajaran Kabinet Indonesia Maju bersama Presiden dan Wakil Presiden RI

Yang menarik dari KIM adalah penempatan personil yang menurut banyak orang kurang pas dengan keahlian atau background-nya terdahulu. Misal, Tito Karnavian Kapolri yang ditempatkan sebagai Menteri Dalam Negeri.

Menanggapi hal tersebut, John mengatakan, gelar doktor yang dimiliki Tito berasal dari National Singapore University (NSU) yang merupakan salah satu dari 10 universitas terbaik di dunia. “Selain itu, selama ini di daerah-daerah investasi masih terkendala lantaran banyak kepala daerah yang semaunya sendiri, bahkan ekstrem. Mungkin Pak Tito diminta untuk membereskan hal itu,” kata John.

Demikian juga munculnya Nadiem Makarim bos GoJek yang menduduki jabatan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, menurut John, arah pemerintahan Jokowi-Ma’ruf bukan saja menciptakan manusia Indonesia yang unggul, tapi juga penciptaan lapangan kerja sebesar-besarnya. “Dengan kualitas intelektual rakyat Indonesia yang semakin baik dibarengi dengan lapangan kerja yang semakin banyak tentu akan menciptakan stabilitas bangsa,” imbuh John.

Tak kalah menarik, masuknya Prabowo Subianto di jajaran KIM. Bagi John, ini sebuah pembuktian dari sifat kenegarawanan Jokowi yang mau merangkul kompetitor politiknya untuk bersama-sama membangun bangsa ini. Selain itu, sikap Prabowo yang menerima tawaran Jokowi untuk duduk dalam KIM merupakan bentuk spirit kenegarawanan yang tinggi.

“Keduanya (Jokowi dan Prabowo) telah melalui kompetisi (Pilpres) yang sangat berat. Kini, saatnya mereka berdua bersatu, bergandengan tangan membangun bangsa ini. Pemikiran dari kedua tokoh bangsa ini bil disatukan akan melahirkan langkah konkrit yang akan membawa kemajuan bagi bangsa,” ujar John.

Karena itu, John mengajak masyarakat untuk meneladani sikap kenegarawanan kedua tokoh bangsa (Jokowo dan Prabowo). “Pertandingan telah usai. Sekarang saatnya bersama bahu-membahu membangun bangsa ini. Orientasi kita sekarang bukan lagi soal memenangkan calon, tapi bagaimana menyatukan kekuatan guna membangun negara,” tukas John.

Dia juga meminta, rakyat Indonesia untuk selalu menghormati dan menghargai pemimpin. “Jangan mudah menghina atau mencaci-maki pemimpin. Itu sangat tidak baik. Kita harus yakini, pemimpin itu merupakan pilihan Tuhan yang akan berjuang sekuat tenaga menciptakan kesejahteraan terhadap rakyat yang dipimpinnya,” pungkas John. (RN)