Jakarta, innews.co.id – Musyawarah Nasional (Munas) III Asosiasi Perusahaan Jasaboga Indonesia (APJI) yang berlangsung 19-21 Februari 2019 lalu di Jakarta, ternyata berujung pada dualisme.

Lantaran tidak puas dengan hasil Munas yang secara aklamasi memilih Irwan Iden Gobel sebagai Ketua Umum periode 2019-2024, calon ketum lain sekaligus petahana Ayu Mulyadi yang saat pemilihan dinyatakan tidak lolos verifikasi sesuai tata tertib calon ketua umum sesuai AD/ART APJI 2019, memilih membentuk APJI tandingan.

Bahkan, secepat kilat melantik kepengurusannya di Gedung Smesco, Jakarta, Rabu (6/3/2019).

Menanggapi kemunculan APJI tandingan, Iden Gobel–sapaan akrab Irwan Iden Gobel–saat ditemui di salah satu mal di Jakarta, Selasa (12/3/2019), mengaku kaget dan seperti tidak percaya dengan hal ini. Akan tetapi, ia sadar ini adalah dinamika dalam berorganisasi. Ketika salah satu pihak tidak setuju langsung bikin wadah tandingan.

Namun, ini fakta yang tak terhindari. Meski demikian, Iden mengaku coba berpikir positif dan menilai hal tersebut sebagai pemicu semangat dirinya dan rekan-rekan di APJI untuk bekerja lebih keras dan solid dalam membangun APJI.

“Ya, saya kaget mendengar Ibu Ayu bikin APJI tandingan. Lama-kelamaan saya berpikir ini bagus juga untuk mendorong kita semua untuk lebih maju, bergerak cepat dengan program-program kerja yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan teman-teman di APJI,” terang Iden.

Tidak itu saja, dengan sikap profesional dan dewasa, Iden mengatakan, “Kalau memang mereka bisa berkontribusi lebih besar kepada masyarakat, silahkan saja”.

Bahkan, dengan kerendahan hati Iden mengaku siap bila mungkin diajak bekerja sama.

Memang disayangkan, kenapa kok harus pakai APJI. “Seharusnya kalau berani bikin lembaga dengan nama baru, bukan APJI”.

Iden saat ini mengaku kehadiran APJI tandingan tidak terlalu berpengaruh. Dan, pada 18 Maret nanti, kepengurusan APJI yang dipimpin Iden Gobel akan dilantik di Kartika Chandra, Jakarta.

Iden sangat menyesalkan sikap Ibu Ayu yang enggan menyelesaikan masalah. “Saya sudah berulang kali coba menghubungi Bu Ayu. Pun melalui orang lain untuk menyampaikan hal tersebut, tapi zero respon.

Kepada segenap anggota APJI, Iden mengimbau agar para anggota tidak terpengaruh dengan adanya dua organisasi APJI.

“Kita tetap bekerja dengan baik. Menjalankan roda organisasi yang selalu memberi kemanfaatan bagi anggota. Biar waktu yang akan membuktikan,” tukas Iden. (RN)