Pagelaran line dance on the street di Semarang begitu memukau, Minggu (22/9/2019)

Semarang, innews.co.id – Suasana hiruk pikuk sudah mewarnai sudut-sudut Kota Lama Semarang, malam itu, Minggu (22/9/2019). Acara Festival Kota Lama Indische Parade akan ditampilkan dalam bentuk Line Dance On The Street.

Ribuan orang yang bukan hanya dari Kota Semarang, tapi juga dari berbagai daerah ini datang dalam rangka mendukung Kota Lama Menuju Destinasi Wisata Dunia.

Parade budaya, Otty (nomor 2 dari kann), dukung penuh penyelanggaraan event budaya.

Lagu demi lagu melantun, memacu adrenalin para hadirin untuk turun dan bergoyang bersama. Suasana keriangan begitu mengaura di lokasi tersebut.

Tidak itu saja, kepada mereka yang hadir juga disiapkan berbagai doorprize menarik.

Menurut Otty Hari Chandra Ubayani, Notaris/PPAT dari Jakarta yang kebetulan menjadi narasumber pada Seminar Nasional di Universitas, sehari sebelumnya, mengaku menikmati acara line dance tersebut.

Saling berbaur dan menikmati dalam acara line dance di Kota Semarang, Minggu (22/9/2019) malam

“Seru banget dan orangnya juga banyak. Sangat interesting,” ujar Otty kepada innews, Minggu (22/9/2019).

Rombongan menyiapkan diri untuk tampil

Tidak itu saja, Otty menyambut baik acara ini sebagai bagian dari upaya menjadikan Kota Lama menjadi salah satu destinasi wisata dunia.

“Di Kota Lama banyak bangunan bersejarah. Dan di tempat ini pula, dulunya, menjadi pusat aktifitas Belanda,” kata Otty.

Mereka yang hadir dari jauh-jauh tempat merasakan kebahagiaan mengikuti acara Line Dance

Menelisik sejarahnya, Kota Lama adalah pusat perdagangan pada abad 19-20. Di kawasan tersebut terdapat benteng yang dinamai bentengĀ Vijhoek. Kawasan Kota Lama Semarang disebut juga Outstadt memiliki luas sekitar 31 hektare.

Kawasan Kota Lama Semarang merupakan saksi bisu sejarah Indonesia masa kolonial Belanda lebih dari 2 abad, dan lokasinya berdampingan dengan kawasan ekonomi. Di tempat ini ada sekitar 50 bangunan kuno yang masih berdiri dengan kukuh dan mempunyai sejarah Kolonialisme di Semarang.

Otty sangat menyambut baik rencana menjadikan Kota Lama menjadi destinasi wisata dunia. “Tentu kita dukung agar hal tersebut bisa terealisasi,” ujar Otty.

Otty Ubayani, dukung penuh Kota Lama Semarang menjadi destinasi wisata dunia

Kian malam, suasana jalan di Kota Lama kita tumpah ruah oleh mereka yang ingin ikut ber-line dance. Meski peluh deras bercucuran, namun ada kebahagiaan serta setangkup harapan bahwa kelak mata dunia akan tertuju ke Kota Lama Semarang. (RN)