Jakarta, innews.co.id – Dalam rangka mendukung perawatan kesehatan primer untuk semua warga Indonesia melalui tata kelola, akuntabilitas, dan pelayanan di sektor kesehatan yang lebih baik, Bank Dunia menyetujui pinjaman baru sebesar US$ 150 juta untuk Indonesian Supporting Primary Health Care Reform (I-SPHERE) Program (US$13,5 milyar)

Pinjaman tersebut akan digunakan untuk melakukan tata kelola, akuntabilitas, dan pelayanan di sektor kesehatan yang lebih baik dalam mendukung pelaksanaan kegiatan Pemerintah Indonesia yaitu Program Indonesia Sehat.

Dalam rilis yang diterima, Kamis, (14/6), Rodrigo A. Chaves, World Bank Country Director untuk Indonesia dan Timor-Leste, mengatakan, “Kesehatan penting agar Indonesia dapat memenuhi berbagai tujuan di mana warganya sehat dan makmur, memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi pada pertumbuhan dan perkembangan negara yang luar biasa”.

Kinerja pelayanan kesehatan primer yang lebih baik, menurut Chaves, akan meningkatkan tingkat kesehatan dari negara ini, yang merupakan komponen kunci dari modal manusia yang penting untuk kesuksesan Indonesia.

Beberapa bagian dari Program Kunci termasuk peningkatan kinerja, kapasitas, dan akuntabilitas pemerintah dan fasilitas kesehatan lokal, dan juga meningkatkan standar nasional dengan memperkuat akreditasi perawatan primer.

Pelayanan lokal yang lebih baik juga dapat dicapai dengan meningkatkan orientasi kinerja dari pendanaan kesehatan termasuk JKN.

Sementara itu, Nicholas Menzies World Bank Senior Governance Specialist dan Vikram Rajan, World Bank Senior Health Specialist mengatakan, “Indonesia berkomitmen untuk mencapai jaminan kesehatan universal. Namun, untuk dapat melakukan ini, perlu dibahas berbagai hal dalam tata kelola, akses terhadap pelayanan kesehatan yang bermutu, dan pendanaan sektor kesehatan, yang merupakan fokus utama untuk Program ini, baik di tingkat nasional maupun lokal”.

Program ini akan berfokus kepada tiga provinsi tertinggal di Indonesia Timur antara lain Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua. Saat ini daerah tersebut sedang menghadapi ketidakmerataan pada hasil upaya kesehatan dan akses terhadap pelayanan kesehatan primer yang bermutu, khususnya angka kematian anak berusia di bawah lima tahun, malnutrisi kronis, dan stunting.

Dukungan Bank Dunia dalam sektor kesehatan di Indonesia merupakan komponen penting Kerangka Kerja Kemitraan Negara untuk Indonesia dari Grup Bank Dunia, yang berfokus pada prioritas pemerintah yang memiliki potensi perubahan yang besar. (RN)