Bali, innews.co.id – Kesuksesan Indonesia menyelenggarakan Annual Meeting IMF-WB 2018 telah menaikkan ekspektasi dunia terhadap kemampuan tuan rumah dalam menyelenggarakan perhelatan sejenis.

Hal ini dikatakan Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Pandjaitan dalam keterangannya kepada media di Bali Art Sabtu (13/10).

“Standar penyelenggaraan pertemuan seperti IMF-WB itu pasti harus ditingkatkan karena apa yang sudah diberikan Indonesia di sini ini betul-betul berkelas,” ujar Menko Luhut.

Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, Maroko yang akan menjadi tuan rumah acara serupa mendapat pressure. Demikian juga Arab Saudi yang akan menjadi host G20.

Pertemuan AM IMF-WB 2018 di Bali diklaim menjadi yang terbesar sepanjang sejarah. Hal ini dapat dilihat dari jumlah peserta yang begitu besar.

Dikatakannya, ada 36.619 orang yang hadir. Ini dua kali lipat di atas asumsi pemerintah sebelumnya yakni 19.000 orang.

Pujian serupa juga datang dari pihak investor yang juga menjadi peserta AM IMF-WB.

Kesuksesan ini berdampak lebih jauh terhadap kepercayaan internasional untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Sesuatu yang sangat dibutuhkan negara di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global sampai beberapa tahun ke depan.

“Turis asing hampir 3.000 orang yang pergi ke berbagai tempat, ada yang ke Bali, Lombok, Mandalika, Gili Trawangan, ada juga yang pergi ke Labuan Bajo, Komodo, malah ke kampung saya juga ada ke Toba sana,” terang Menko Luhut

“Saya monitor sekarang ini sebagian delegasi ini ada di Bangli di desa kuno di Penglipuran, ada ke Ubud, ada ke Kintamani, ada ke Tanah Lot. Jadi ke mana-mana. Jadi selain menikmati suasana pertemuan juga menikmati destinasi wisata. Ini buat kami adalah promosi gratis buat Bali,” tambah Gubernur Bali I Wayan Koster. (RN)