Mayjen TNI Purn Tanribali Lamo, SH., (kanan), disiapkan sebagai bakal calon Wakil Gubernur DKI Jakarta

Jakarta, innews.co.id – Dua nama calon Wakil Gubernur DKI Jakarta yang diusung yakni Achmad Syaikhu dan Agung Yulianto nampaknya bakal mengalami penolakan. Indikasi penolakan kian mengerucut. Nama bakal calon sudah disiapkan.

Menurut Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI Abdul Ghoni di Gedung DPRD DKI di Jakarta, Senin (17/6/2019), kalau calon yang diajukan ditolak, maka harus disiapkan calon baru.

“Lihat saja nanti, kalau sudah mengarah mencapai paripurna pemilihan jika sekali itu tidak kuorum diberikan waktu 10 hari, kemudian 10 hari selanjutnya nggak kuorum berarti ada pengajuan nama baru berarti kan tidak diterima,” kata Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI Abdul Ghoni.

Saat ini, salah satu yang ramai diperbincangkan untuk menduduki kursi DKI-2 adalah Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta, M. Taufik.

Intinya, kata Abdul Ghoni, Gerindra siap mengajukan nama baru untuk masuk dalam kontestasi cawagub yang kedua setelah melalui diskusi dengan partai pengusung lain yakni PKS.

“Kalau tidak kuorum dua kali, ya diulang lagi. Gerindra jadi bisa ikut mencalonkan, karena partai pengusung. Kalau partai pengusung itu punya hak yang sama,” tambah Abdul Ghoni.

Pada bagian lain, sejumlah tokoh lintas etnis yang bernaung di bawah Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Administrasi Jakarta Timur dengan tegas meminta DPRD Provinsi DKI Jakarta untuk dapat menentukan sosok wakil gubernur, sekaligus Pembina FPK DKI Jakarta.

FPK Jakarta Timur siap mengajukan beberapa nama tokoh lintas etnis yang dinilai punya kapasitas dan kapabilitas serta familiar dengan heterogenitas Ibu Kota.

Seperti disampaikan Chandra Soemardjo, salah seorang Anggota FPK Jakarta Timur, “Ada Biem Benjamin, Ali Sadikin, dan Mayjen TNI Purn Tanribali Lamo, SH., yang dinilai pantas duduk sebagai Pembina FPK”.

Dia mencontohkan, Tanribali Lamo adalah tokoh masyarakat sekaligus mantan Pelaksana Tugas Gubernur di 4 provinsi yang berbeda. Juga pernah duduk sebagai Dirjen Kesbangpol Kementerian Dalam Negeri, disamping karir militernya yang mumpuni.

Hal ini diaminkan oleh Thelnie Onibala Ketua FPK Jakarta Timur. “Kami berharap bisa segera mendapat Pembina setelah lebih kurang 10 bulan kami (FPK, red), seperti anak ayam kehilangan induk,” ujarnya.

Lebih jauh Abdul Ghoni mengatakan, bila proses pencalonan wagub diulang, dijamin tidak akan memakan waktu lama. Dia menargetkan proses pemilihan cawagub ini harus selesai sebelum ada anggota DPRD DKI baru. (IN)