Triawan Munaf

Jakarta, innews.co.id – Pasar ekonomi kreatif di dunia menjadi perhatian besar bagi pemerintah Indonesia. Berbagai upaya dilakukan agar pelaku usaha dapat menembus dan bersaing di pasar global, sehingga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi secara nasional.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf di sela-sela peluncuran buku Opus 2019 di Djakarta Theater, Rabu (17/10).

“Pemerintah akan melakukan dua cara agar ekonomi kreatif mampu menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. Pertama, adanya regulasi yang jelas. Saat ini Bekraf tengah mengatur regulasi misalnya hak kekayaan intelektual untuk musik. Kita ingin pelaku industri diatur dalam regulasi yang jelas sehingga tercipta pasar yang kompetitif dan pasar menjadi bergairah. Selain itu, pemerintah harus terus memberikan kepada pelaku industri untuk dapat menembus pasar global. Dukungan tidak hanya dalam bantuan bantuan dana, tetapi menciptakan iklim yang sehat melalui program dan kegiatan yang meningkatkan kemampuan para pelaku industry,” jelasnya.

“Pemerintah sebagai regulator harus sensitif dan antisipatif terhadap perkembangan industri ini. Kita akan terus berusaha menciptakan ekosistem yang established, terutama pada subsektor musik, film, dan games. Nanti akan kita jalankan beberapa kebijakan, entah itu big data atau undang-undang,” lanjut Triawan.

Dengan upaya itu, Triawan berharap ke depannya Indonesia dapat mengandalkan kekayaan sumber daya manusia, sehingga tidak lagi bergantung pada sumber daya alam. Indonesia juga harus bersaing dan bersuara dalam industri ekonomi kreatif dengan negara-negara lain di dunia.

“Ini sudah dilakukan oleh negara maju. Kita punya potensi untuk itu karena kita negara dengan budaya yang beraneka ragam dan harus menunjukkan kemampuan kita, serta mampu meningkatkan ekonomi secara nasional,” jelasnya. (MT)