Jakarta, innews.co.id – Pemerintah terus menggejot ekspor barang furniture dan kerajinan Indonesia ke mancanegara. Bahkan, di tahun 2018 ini, target pendapatan dari furniture dan kerajinan Indonesia adalah USD 2 miliar.

Penegasan ini disampaikan I Wayan Dipta Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM dalam pembukaan Pameran Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2018 di Arena JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Jumat (9/3) lalu.

Menurut Wayan, industri kerajinan dan furniture merupakan sektor padat karya dimana dapat menyerap banyak tenaga kerja hingga 500 ribu orang per USD 1 miliar. Ekspor Indonesia sendiri akan menyasar pasar tradisional seperti Amerika, Eropa, dan China serta pasar nontradisional seperti Afrika, Timur Tengah dan Eropa Timur.

“Sektor ini tidak hanya memberi nilai tambah, namun juga multiflyer effect bagi perekonomian Indonesia,” ujar Wayan. Dalam mendukung hal tersebut, Kemenkop dan UKM memfasilitasi 15 UKM Indonesia pada pameran IFEX ini yang berasal dari Jakarta, Bali, Yogyakarta, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Hasil transaksi yang diperoleh selama pameran adalah sebesar Rp4,8 miliar dengan penjualan ritel sebesar Rp1,3 miliar dan order potensial sebesar Rp3,4 miliar.

Diterangkannya, terjadi peningkatan baik dari jumlah UKM yang difasilitasi (dari 11 UKM menjadi 15 UKM), maupun transaksi yang dibukukan dari tahun sebelumnya (transaksi total 2017 Rp1,9 miliar, menjadi Rp4,8 miliar di 2018).

Ada pun negara potensial ekspor yang dijangkau oleh UKM yang difasilitasi Kemenkop dan UKM adalah Arab Saudi, Jerman, Singapura, Inggris, Amerika, Meksiko, Jepang, Spanyol, Afrika Selatan, Korea Selatan, dan Mongolia.

Sementara produktiftas UKM Indonesia dari kategori home décor dan furniture dalam menghadapi tantangan ekspor telah teruji dengan kontribusinya yang signifikan terhadap penciptaan lapangan pekerjaan dan devisa negara.

Kemenkop dan UKM memiliki berbagai agenda promosi dalam negeri baik untuk kategori pameran berskala internasional, nasional maupun kedaerahan yang memberikan kesempatan kepada UKM Indonesia untuk memperkuat eksistensinya di pasar domestik maupun menjangkau buyers internasional yang datang ke Indonesia.

Wayan menekankan, seiring dengan perkembangan jaman, mau tidak mau UKM Indonesia harus beradaptasi dengan permintaan pasar global yang dinamis dan menuntut inovasi tanpa henti. (RN)