Jakarta, innews.co.id – Emak Militan Jokowi Indonesia atau disingkat EMJI sejak didirikan 8 Agustus 2018 terus bergerak cepat, melakukan sosialisasi ke tengah masyarakat secara door to door.

Langkah ini sebagai bentuk rasa empati dan dukungan kepada pasangan calon (paslon) 01 Ir. H. Joko Widodo dan K.H. Ma’ruf Amin. Tak heran, meski baru seumur jagung, namun aktifitas EMJI sudah dikenal secara luas.

Hal ini disampaikan Pebby Magdalena, Ketua Umum EMJI dalam sebuah perbincangan di Jakarta, Jumat (16/11). Pebby menolak bila dikatakan kehadiran EMJI mau menyaingi kubu sebelah. “Tidaklah, kami yang tergabung disini telah lama berjuang bagi bangsa ini,” ujarnya.

Pebby Magdalena, Ketua Umum EMJI

Pebby tidak memungkiri bahwa banyak emak-emak yang senang sebar gosip atau isu-isu, bahkan hoaks. “Disinilah peran EMJI untuk memberi pemahaman yang benar dan tidak mudah terprovokasi. Dalam hal ini EMJI mengedepankan data-data yang valid,” urai Pebby.

Sejak dibentuk,EMJI sudah hadir di 17 daerah di Indonesia dan 6 kota di dunia, seperti New York, Belgia, Seattle, Hong Kong, Taiwan, Singapura. Yang akan menyusul Inggris, Abu Dhabi, Qatar, dan Belanda.

Ada banyak program yang diimplementasikan EMJI di tengah masyarakat yang muaranya mendukung paslon 01.

“Kami juga coba memetakan mana-mana saja kelompok wanita yang pro dan kontra dengan Pak Jokowi. Dengan begitu, kita bisa melihat langsung wilayah-wilayah yang harusnya diperkuat,” ujar Pebby.

Salah satu aktifitas EMJI

Dalam waktu dekat, kata Pebby, pihaknya akan mengadakan bakti sosial berupa kunjungan ke panti jompo dan anak yatim di daerah yang notabenenya dikenal intoleran.

Selain itu, pihaknya coba memberdayakan kaum perempuan untuk bisa meningkatkan perekonomiannya. Salah satunya dengan melatih kaum perempuan membuat sabun mandi dari minyak jelantah, juga membuat tikar dari plastik dan sebagainya.

EMJI komitmen dukung Jokowi – Ma’ruf Amin

EMJI juga menangani soal penjualan dari barang-barang yang dihasilkan tersebut secara online.

Harapannya, kaum perempuan punya kesibukan. Selain untuk mengisi kekosongan waktu daripada bergosip, jauh lebih baik berkarya yang mendatangkan penghasilan yang berkesinambungan. (RN)