Dr. Emrus Sihombing

Jakarta, innews.co.id – Penegakan hukum atas aturan physical distancing, yakni menjaga jarak fisik dalam masyarakat jika semakin cepat diterapkan akan semakin baik.

Hal ini ditegaskan pengamat politik Universitas Pelita Harapan (UPH) Dr Emrus Sihombing dalam rilisnya, Selasa (24/3/2020). “Langkah pemerintah mengedepankan langkah persuasif, humanis, dalam penegakan physical distancing patut diapresiasi. Istilah ini lebih tepat ketimbang social distancing,” ujar Emrus.

Meski begitu, lanjutnya, menilai kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya melaksanakan physical distancing masih sangat kurang.

“Ya, tidak semua memang. Tetapi, banyak masyarakat masih yang tidak sadar, tidak paham. Maka menurut saya, ketegasan pemerintah diperlukan sekarang ini,” kata Direktur Eksekutif Emrus Corner ini.

Emrus menambahkan, semakin cepat pemerintah melalui aparat keamanan melaksanakan aturan physical distancing secara tegas, semakin baik.

Apalagi, kata Emrus, Kapolri sudah mengeluarkan maklumat terkait kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran virus Corona.

Artinya, aparat keamanan bisa menindak masyarakat yang masih membandel dan tidak mematuhi aturan physical distancing sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Ketegasan ini diperlukan untuk menekan dan meniadakan penyebaran virus Corona atau demi melindungi kesehatan dan keselamatan masyarakat banyak,” tukasnya.

Sebelumnya, pada 19 Maret 2020, Kapolri Jenderal Pol Idham Azis mengeluarkan Maklumat Kapolri tentang Kepatuhan Terhadap Kebijakan Pemerintah Dalam Penanganan Penyebaran Virus Covid-19. (RN)