Eusabius Binsasi, siap lanjutkan pengabdian untuk negeri

Jakarta, innews.co.id – Paripurnanya tugas sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Bimas Katolik Kementerian Agama RI, tidak membuat Eusabius Binsasi berhenti mengabdi. Justru, ia sudah mengambil ancang-ancang untuk melanjutkan pengabdian.

Pria kelahiran Kefamenanu, Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT), 14 Juni 1959 ini berencana maju dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) Timor Tengah Utara (TTU), di tahun ini.

Eusabius Binsasi bersama istri tercinta Susana Suryani Sarumaha

Hal ini dibenarkan oleh Susana Suryani Sarumaha, sang istri tercinta saat dikonfirmasi innews, Jumat (24/1/2020) siang. “Ada rencana demikian. Bapak ingin melanjutkan pengabdian di daerah,” kata Susana.

Alumni Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero ini dikenal sebagai sosok pekerja keras dan bersih. Kinerjanya selama membidani Bimas Katolik Kementerian Agama RI selalu memuaskan.

Ayahanda dari 6 anak yakni, Victor Erwin Adhi Gavrila, Arnold Budhi Prasetyo, Oswaldus Gratiano Gaudens Binsasi, Gilbert Sarumaha, Mario Bhakti Wiratama, dan Concuelo Reinha Rosari Binsasi, memulai karirnya dari bawah. Oleh para rekan kerjanya, Eus–sapaan akrab Eusabius–dikenal sebagai pribadi yang humoris, bersahabat, dan dapat membangkitkan suasana menjadi lebih baik.

Wilayah TTU bukan tempat yang asing bagi Eusabius, sebab itulah kampung halamannya. Di daerah itu juga pertama kali Eus melamar menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Ia diterima sebagai PNS di Kantor Kemenag Kabupaten Kefamenanu, Timor Tengah Utara, NTT. Lalu, pada 1992, Eus dimutasi menjadi guru di sebuah sekolah kejuruan di Kefamenanu.

Dua tahun berselang, Eus berhenti menjadi guru. Ia mendapat mandat baru sebagai Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kemenag Kabupaten Timor Tengah Utara. Tahun demi tahun, Eus meniti karir dan berkarya dalam beberapa posisi yang penting di Provinsi NTT. Sebelum terpilih sebagai Dirjen Bimas Katolik, ia menjabat Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi NTT.

Tak heran, Eus begitu mengenal wilayah TTU. Wajar bila kini ia rindu membangun daerahnya itu agar menjadi lebih baik lagi dengan segala potensi yang ada.

Susana berujar, “Kami kembalikan semua pada Tuhan. Manusia boleh berencana, tapi Tuhan juga yang menentukan. Niat Bapak tulus membangun TTU”. (RN)