Jakarta, innews.co.id – Sekitar 17 orang dilaporkan oleh Komunitas Pengacara Indonesia Pro Jokowi atau Kopi Pojok terkait perkara ujaran kebencian (hate speech) dan penyebaran berita bohong (hoax) atas kasus pengeroyokan yang menimpa Ratna Sarumpaet.

Menurut juru bicara pengacara Kopi Pojok, Farhat Abbas, “Kami telah melaporkan tindak pidana berupa ujaran kebencian dan penyebaran berita bohong. Ini merupakan konspirasi dan pemufakatan jahat, berita fitnah penganiayaan Ratna Sarumpaet yang seolah-olah dizaliminya,” kata Farhat, memperlihatkan berkas pelaporan di Bareskrim Polri, Rabu (3/10).

Ia menegaskan, berita penganiayaan yang seolah-olah menimpa Ratna Sarumpaet, dimanfaatkan oleh Prabowo dan Amien Rais sebagai kampanye hitam guna menjatuhkan Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 1 Jokowi-Amin.

“Mereka membuat opini, padahal Indonesia sedang ditimpa musibah gempa bumi dan tsunami di Palu. Tetapi mereka mengganggap ini menjadi berita yang lebih mengetarkan dan menggemparkan hanya untuk kepentingan menaruh simpati serta menjatuhkan Jokowi,” paparnya.

Seharusnya, informasi itu bisa diteliti dan dipelajari sebelumnya mengeluarkan pernyataan dalam konferensi pers di Kertanegara.

“Ratna mengaku tidak melaporkan polisi karena tidak percaya jika akan ditindaklanjuti polisi. Sebaliknya, ia curhat ke Prabowo yang selanjutnya mengadakan pertemuan pada 2 Oktober jam 20.26 Wib,” tuturnya.

Dari pertemuan itu, mereka membuat berita yang dianggap merugikan calon presiden dan pendukungnya. Seperti Fadli Zon yang berkomentar tentang semua itu ada kaitannya dengan politik atau Ratna Sarumpaet dianiaya karena merupakan salah seorang Juru Kampanye dari Prabowo.

“Padahal tidak ada yang menganiayanya. Karena tidak ditindaklanjuti ini dianggap mencederai demokrasi, dampak ini menghujat dan mengatakan seolah-olah Pak Jokowi adalah rezim diktator. Semua yang mereka hajar hampir terungkap, semua berita hoaks dan fitnah,” pungkasnya.

Mereka yang telah dilaporkan atas tindak pidana ujaran kebencian (hate speech) dan penyebaran berita bohong (hoax) UU no 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU no 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik UU no 1 tahun 1946 tentang KUHP 28, 12, ayat (1) dan (2) pasal 15, yaitu Prabowo Subianto, Ratna Sarumpaet, Fadli Zon, Rachael Maryam, Rizal Ramli, Naniek S Deang, Ferdinand Hutahean, Arief Puyono, Natalius Pigai, Fahira Idris, Habiburrokhman.

Selanjutnya, Hanum Rais, Said Didu, Egi Sudjana, Kaptain Firdaus, Dahnil Anzar Simanjuntak, dan calon wakil presiden, Sandiaga Uno. (RN)