Fatimah Ahmad melangkah pasti

Sulawesi Tengah, innews.co.id – Sejak era reformasi dan diterapkannya sistem pemilihan langsung dalam memilih wakil rakyat di Indonesia, sangat sedikit perempuan dari Sulawesi Tengah (Sulteng) yang duduk sebagai senator di tingkat pusat.

Ironis memang! Padahal, hadirnya perempuan di DPR RI memiliki peran besar, terutama dalam mendorong kemajuan kaum wanita di daerahnya.

Hal ini juga yang menjadi harapan Dr. Ir. Hj. Fatimah Ahmad, M.Si., tatkala dirinya memutuskan maju sebagai calon anggota legislatif DPR RI dari Partai Nadem dapil Sulteng nomor urut 4.

Fatimah Ahmad, pastikan langkah berjuang bagi masyarakat Sulteng lewat jalur legislatif

“Perjuangan kaum wanita di Sulteng harus disuarakan oleh perempuan juga. Dengan begitu akan mudah bagi para wanita menyampaikan aspirasi dan disuarakan,” kata Fatimah Ahmad dalam pesannya dari Sulteng, Jum’at (25/1/2019)

Ini sejalan dengan motivasi dirinya maju dalam kontestasi Pemilu Legislatif 2019 yakni, meningkatkan peran perempuan dalam dunia politik di Indonesia.

Ini tertuang dalam visi besar Fatimah yaitu, menjadikan perempuan Indonesia santun dalam politik dan konstruktif dalam berpikir serta inovatif dalam berkarya.

Wujudkan Sulteng yang berkeadilan bagi semua

Pun terjawantahkan dalam rangkaian misinya di antaranya, mewujudkan praktik politik santun; mewujudkan cara berpikir dan analisa yang konstruktif; serta mewujudkan kerja dan karya yang inovatif.

Perjuangannya bagi kaum perempuan juga terinci dalam programnya yakni, membangun kecerdasan politik santun bagi perempuan, membangun pemahaman pola pikir konstruktif bagi organisasi-organisasi perempuan, dan membangun pusat-pusat pelatihan kerja yang inovatif.

Bicara soal dapil, dengan cerdas, Fatimah mengatakan, “Kebutuhan Sulteng harus bisa bangkit berbasis kebersamaan para pihak. Pun masyarakat Sulteng perlu membangun jati diri berbasis agama dan budaya”.

Dia menambahkan, “Kami harus perjuangkan rasa percaya diri dalam membangun kembali Sulteng dengan memanfaatkan sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM) secara proporsional dan berkelanjutan”.

Hati Fatimah Ahmad untuk rakyat Sulteng

Suasana duka dan keprihatinan yang menyelimuti masyarakat di Sulteng membuat langkah sosialisasi banyak caleg dalam kehati-hatian.

Hal ini dibenarkan Fatimah. “Masyarakat Sulteng masih dalam suasana duka dan prihatin, sehingga kita harus hati-hati dalam berkomunikasi. Salah persepsi bisa mengakibatkan miskomunikasi,” ujar Fatimah.

Meski demikian, Fatimah berharap Pemilu bisa berjalan aman, damai, adil serta jujur.

Fatimah Ahmad, mohon doa restu

“Selayaknya masyarakat Sulteng memilih kami unsur perempuan untuk mewakili mereka di DPR RI. Karena sejak Era Reformasi, belum pernah ada keterwakilan perempuan di legislatif,” imbuh Fatimah.

Dan, bilamana terpilih, Fatimah tentu memilih bidang yang sesuai dengan background keilmuan yang ia miliki. “Insya Allah, karena secara akademis dan pengalaman saya terkait erat dengan lingkungan hidup dan pengelolaan sumber daya alam, mungkin cocok di Komisi 4 atau Komisi 7,” ujarnya.

Pastinya, ada pembeda tatkala perempuan bekerja dan berkarya bagi bangsa. Diyakini Sulteng akan semakin maju bila ada keterwakilan perempuan di legislatif. (RN)