Jakarta, innews.co.id – Peran perempuan di dunia bisnis kian signifikan. Hal ini dibuktikan oleh para srikandi yang tergabung dalam Wanita Pengusaha Muslimah Indonesia (WPMI).

WPMI mengadakan Festival Milad Wanita Pengusaha Muslimah Indonesia (WPMI) Ke-3 di Jakarta, Rabu (3/10).

Pada kesempatan itu, Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Yuana Sutyowati mengatakan, “WPMI sebagai ormas perempuan memiliki potensi stategis dalam pengembangan ekonomi perempuan di Indonesia, khususnya melalui penumbuhkembangan wirausaha wanita di berbagai sektor usaha”.

Menurut Yuana, potensi usaha mereka sangat besar, mengingat WPMI telah memiliki struktur dan jaringan organisasi di tingkat Provinsi hingga Kabupaten/Kota.

“Mengingat WPMI yang memiliki anggota wirausaha yang tersebar sampai tingkat kabupaten/kota, tentu WPMI dapat berperan mengembangkan koperasi syariah yang berbasis pada UMKM binaan,” tukas Yuana.

Dengan terbentuknya koperasi syariah, Yuana berharap mampu menggerakan perekonomian lokal melalui kegiatan usaha produksi, pemasaran, keuangan dan jasa lainnya.

“Kami berharap WPMI menangkap kegairahan masyarakat saat ini untuk mengembangkan koperasi dan UMKM berbasis syariah,” tegas Yuana.

Selain itu, Yuana berharap WPMI melalui UMKM binaannya dapat berperan membina dan menggerakkan serta mengembangkan UMKM wanita Muslimah Indonesia semakin maju dan sukses dalam kancah perekonomian nasional. Kedua, mampu memberdayakan dan memperkuat UMKM Wanita/Keluarga dalam meningkatkan kemampuan pengelolaan usahanya mendapatkan akses pasar, menyerap IT dalam berbisnis dan memperteguh tali silaturahmi antar pengusaha muslimah.

“Juga mampu memperjuangkan UMKM untuk mendapatkan akses pelatihan keterampilan, advokasi, pemasaran dan perizinan yang berkaitan dengan peningkatan kualitas produknya”, papar Yuana.

Yuana mengingatkan, saat ini telah memasuki era digital economic. Berdasarkan data BPS yang diolah dari total pelaku bisnis tersebut, tercatat 3,79 juta pelaku UMKM telah memanfaatkan teknologi digital atau bisnis e-commerce, yang memanfaatkan platform market place utama di Tanah Air, seperti Blibli, Tokopedia, Lazada dan Bukalapak.

“Oleh karena itu, kami terus mendorong upaya pemanfaatan dan optimalisasi pemanfaatan tekonologi digital bagi pelaku bisnis koperasi dan UMKM melalui berbagai kebijakan dan program dalam mengembangkan koperasi dan UMKM menuju digital economy,” jelas Yuana lagi. (RN)