Tarutung, innews.co.id – Filosofi “Anakkon hi do hamoraon di ahu”, yang artinya, bagi orang Batak, anak merupakan kekayaan bagi kedua orangtua mereka, nampaknya begitu melekat dalam sanubari Drs. Nikson Nababan Bupati Tapanuli Utara.

Tak heran, guna mewujudkan kebanggaan bagi para orangtua, khususnya etnis Batak, Nikson berjuang keras untuk merealisasikan Universitas negeri di Tapanuli Utara.

Karena baginya, dengan pendidikan yang baik, maka seorang anak dapat membanggakan kedua orangtuanya. Menjadi sosok yang sukses, mapan, serta berakhlak mulia.

“Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara telah menyiapkan dana untuk pembangunan universitas negeri,” aku Nikson kepada innews, Rabu (12/6/2019).

Dikatakannya, kehadiran universitas negeri merupakan cita-cita dan impian masyarakat Tapanuli.

“Filosofi orang Batak, ‘Anakkon hi do hamoraon di ahu’ memiliki makna luas dan merupakan harga mati yang tidak dapat ditawar lagi,” kata Nikson.

Bupati yang dikenal burju (baik) kepada rakyat yang dipimpinnya itu menambahkan, orang Batak menganggap anak sebagai kekayaan yang tertinggi dalam hidup mereka.

“Anak disebut sebagai kekayaan bukan berarti dalam jumlah atau banyaknya anak seseorang, melainkan kemampuan kedua orangtua  menyekolahkan anak-anak mereka,” tukasnya.

Kehadiran universitas negeri di Tapanuli juga menjadi keniscayaan untuk mendorong kemajuan dan pertumbuhan perekonomian masyarakat setempat. (RN)

Hosting Unlimited Indonesia