Mohamad Sukri, pendiri FKKMI di tahun 80an didukung menjadi Menteri Koperasi dan UKM RI

Jakarta, innews.co.id – Kementerian Koperasi dan UKM sejatinya dipimpin oleh kalangan profesional yang paham betul tentang dunia perkoperasian dan UKM. Sosok yang punya kapasitas dan pengabdian panjang dalam bidang ekonomi bagi masyarakat menengah kebawah.

Berkaca pada hal tersebut, secara konkrit, FKKMI (Forum Komunikasi Koperasi Mahasiswa Indonesia) yang didalamnya bergabung para mahasiswa pegiat koperasi (KOPMA) setidaknya dari 69 Perguruan Tinggi se-Indonesia.

FKKMI (Forum Komunikasi Koperasi Mahasiswa Indonesia) yang didalamnya bergabung para mahasiswa pegiat koperasi (KOPMA) setidaknya dari 69 Perguruan Tinggi se-Indonesia dukung Mohamad Sukri menjadi Menteri Koperasi dan UKM RI

Zaki Fauzi Wakil Ketua FKKMI, dalam rilisnya yang diterima innews, Rabu (9/10/2019) menjabarkan, “Stabilitas nasional itu ibarat 2 sisi mata uang, satu sisi Demokrasi Politik, sisi lainnya adalah demokrasi ekonomi. Indonesia dari dulu hingga kini hanya fokus pada penciptaan demokrasi politik saja, sementara demokrasi ekonomi terabaikan, hingga kerap terjadi instabilitas nasional. Penguasaan sumber daya yang dikuasai oleh segelintir orang adalah buktinya, selain kesenjangan sosial dan menganganya kemiskinan serta pengangguran”.

Dia menambahkan, Konstitusi mengamanatkan tentang sistem ekonomi nasional, tentang demokrasi ekonomi. Namun sangat disayangkan tidak diimplementasikan secara baik. Untuk itu, kami tergerak akan menuntaskan perjuangan mahasiswa dan Pemuda jika pada 1908, 1928, 1945, dan 1998 adalah perjuangan politik, maka kami (FKKMI) akan menuntaskan dan memparipurnakan perjuangan lanjutannya yakni, menciptakan demokrasi ekonomi sesuai konstitusi agar stabilitas nasional terjaga. Kami berharap Jokowi selaku Presiden terpilih benar-benar menggunakan hak prerogatifnya secara cermat. Perbanyak kaum profesional, jangan terdikte oleh parpol untuk menteri-menteri bidang ekonomi.

Lebih spesifik disinggung soal siapa Menteri Koperasi dan UKM yang tepat di era revolusi industri 4.0 ini, Zaki mengatakan, “Kami berharap Presiden Jokowi bisa mempertimbangkan sosok Mohamad Sukri, pendiri FKKMI di tahun 80an”.

Mohamad Sukri siap memberi solusi entaskan masalah koperasi dan UKM di Tanah Air

Salah satu yang melatarbelakangi pencalonan Mohamad Sukri adalah, berbagai tantangan yang akan dihadapi, salah satunya bonus demografi yang mendorong kementerian tersebut mampu mengambil peran penting.

Zaki meyakini, jika tata kelola koperasi dilakukan secara tepat dengan dukungan regulasi yang baik, maka bonus demografi akan menjadi berkah demografi. Jika terjadi sebaliknya, maka akan terjadi bencana demografi.

“Guna menghindari hal tersebut, Mohamad Sukri punya solusinya. Hal itu pernah disampaikan pada acara FKKMI (Jambore Kopma se-Indonesia) di Malang (19/9/2019) yang dihadiri oleh Kopma dari 69 Perguruan Tinggi se-Indonesia,” kata Luni Nanda Ketua Umum FKKMI Kopma Universitas PGRI Ronggolawe Tuban. (RN)