Deklarasi Sam Aliano

Jakarta, innews.co.id – Sebuah kejutan dihadirkan pengusaha sekaligus Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Muda Indonesia Sam Aliano yang tiba-tiba mendeklarasikan diri menjadi Calon Presiden pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019.

Hal itu dilakukannya di Gedung Joang 45, Jakarta, Kamis, (26/4). Ratusan relawannya mengawal acara deklarasi tersebut.

Ditanya soal siapa Wakil Presiden nya nanti, dengan lugas Sam mengatakan, “Saya mempertimbangkan Ibu Veronica Tan, mantan istri Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai calon wakil presiden”.

Alasannya, seperti dituangkan dalam keterangan tertulis yang diterima Jumat (27/4) bahwa Bu Vero memang layak sebagai cawapres. Dia punya kapasitas untuk itu. Bu Vero itu sosok yang mempersatukan bangsa.

Ini bertolak belakang, sebab beberapa waktu lalu, Sam Aliano sempat marah kepada Ahok atas ucapannya dalam wawancara di sebuah media Australia, ABC.net. Ketika itu, Ahok mengatakan peserta aksi 4 November 2016 mendapat bayaran sebesar Rp500 ribu.

Sam merasa difitnah dengan kata-kata Ahok. Pasalnya, dirinya juga merupakan bagian dari peserta aksi Bela Islam tersebut. “Saya ikut menyumbang ke orang-orang demo, infaq makanan. Saya tidak terima jika dibilang semua peserta telah menerima uang Rp 500 ribu. Ini menghina kita semua,” kata Sam.

Ditambahkan Sam, Vero telah memberikan hoki kepada Ahok. Sehingga, nasib Ahok pun ikut baik dan bisa duduk sebagai orang Gubernur DKI Jakarta. Atas dasar itulah, Sam menilai, Vero layak menjadi bakal cawapresnya jika memenuhi syarat untuk mengikuti pilpres.

“Bu Vero itu orang baik. Banyak berjasa untuk Ahok. Tapi, malah dia diceraikan. Saya justru tidak terima dia diperlakukan begitu. Kalau dia jadi cawapres saya, saya pasti jadi Presiden 2019,” kata Sam.

Dalam deklarasi itu, relawan juga mengusung Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti sebagai opsi bakal cawapres bagi Sam selain Vero. (RN)