Jakarta, innews.co.id – Tragedi bom yang meledak di tiga gereja di Surabaya dan menelan korban 17 orang meninggal dunia dan 43 orang luka-luka ini mendapat simpatik dari berbagai pihak.

Gerakan Kristiani Indonesia Raya (Gekira) dalam siaran persnya, Minggu malam (13/5), menyampaikan turut berduka cita kepada para korban dan aparat kemanaan yang meninggal dunia dalam kejadian bom di Surabaya pagi kemarin. Semoga keluarga yang ditinggalkan mendapat kekuatan dan penghiburan.

Gekira juga mengutuk keras aksi bom ini karena telah menyebabkan terjadinya korban jiwa, mengganggu kenyamanan dan kekhususkan saudara-saudara yang sedang beribadah dan melahirkan ketakutan serta kecemasan dalam diri warga. Gekira meminta agar para pelaku dan jaringannya segera diusut tuntas dan dihukum seberat-beratnya demi rasa keadilan dan kemanusiaan.

Ketua Umum DPP Gekira Ir. Fary Djemi Francis

Rilis yang ditandatangani oleh Ketua Umum DPP Gekira Ir. Fary Djemi Francis, anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai Gerindra ini meminta agar negara hadir dalam persoalan ini dan memberikan rasa aman dan nyaman kepada rakyat. “Tindakan-tindakan brutal ini harus segera dihentikan. Negara mesti tegas terhadap pihak-pihak yang membuat dan turut berkontribusi dalam aksi bom Surabaya ini,” ujar Gekira.

Dengan tegas, Gekira menolak kehadiran jaringan terorisme dan segala bentuknya, juga radikalisme dengan berbagai wujudnya di bumi Indonesia ini. “Paham-paham ini harus diberangus hingga ke akar-akarnya. Negara tidak boleh kalah terhadap terorisme dan radikalisme,” seru Gekira.

Selain itu, Gekira mengajak seluruh anak bangsa untuk tetap menjaga perdamaian dan persatuan, saling merawat keberagaman. Biarkan persoalan ini ditangani pihak berwajib. Rakyat harus terus bersatu, memupuk persaudaraan dengan menyingkirkan rasa takut berkepanjangan. (RN)