Jakarta, innews.co.id – Membangun organisasi Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) menjadi wadah kebersamaan yang kuat tentu menjadi idaman semua PPAT. Secara khusus, Julius Purnawan, SE., MH., Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) IPPAT mengajak semua pihak bergandengan tangan merealisasikan hal tersebut.

Ajakan ini disuarakan di sela-sela Halal Bihahal PP IPPAT yang diadakan di Menara 165, Jakarta, Kamis (27/6/2019) malam.

Tampak hadir para pengurus di level pusat, wilayah, dan daerah. Seperti dari Pengwil Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, DKI Jakarta, dan sebagainya.

Novalrianto Ketua Panitia Halal Bihalal PP IPPAT

Para pengurus PPAT di semua tingkatan tampak begitu guyub dan saling bersendagurau penuh kekariban.

Kepada para jurnalis, Julius mengatakan, Halal Bihalal merupakan silahturahmi kita pengurus dengan semua anggota IPPAT. “Kita berharap dengan acara ini tali silaturahmi akan semakin kuat,” ujarnya.

Julius mengingatkan, jangan sesama anggota IPPAT saling mengolok-olok satu sama lain. Karena yang mengolok belum tentu lebih baik dari yang diolok.

Tema yang diusung “Tebarkan Salam, Luaskan Hati, Saling Memaafkan, Mempererat Silaturahmi Anggota IPPAT”.

Sedikit menyinggung problematika yang masih dihadapi PP IPPAT, Julius mengaku sejauh ini dirinya enggan menerapkan sanksi kepada pihak-pihak yang bersoal di PN Jakarta Barat. Padahal, kata Julius, rekan-rekan sudah mendesak agar diambil tindakan tegas.

Julius Purnawan Ketua Umum PP IPPAT (kanan) bersama Enny Wismalia, SH., Ketua Panitia Pendalaman Materi Calon PPAT saat diwawancarai di Menara 165, Jakarta, Kamis (27/6/2019)

“Memang ada kondisi yang mengharuskan kita bersikap tegas. Walaupun sejauh ini saya masih mempertimbangan bahwa yang bersangkutan punya keluarga dan sebagainya,” kata Julius.

Dirinya masih percaya bahwa masalah ini akan selesai dengan baik-baik. Dan, teman-teman di sana juga masih punya nurani untuk bagaimana kita bersama-sama membangun IPPAT yang lebih baik.

“Sejujurnya saya tidak ingin menciptakan kondisi yang lebih panas. Kalau bisa kita adem-adem aja deh. Bicara dari hati ke hati,” seru Julius lagi.

Suasana berorganisasi itu, kata Julius, harus guyub, tenang, nyaman, dan menyenangkan. Jadi, kita bisa menjalani organisasi dengan tulus, maka nilai-nilai positif akan timbul dalam kerangka kebersamaan dan tidak membuka ruang konflik yang dalam.

Secara pribadi Julius mengakui gundah gulana menghadapi persoalan IPPAT yang belum berujung. “Saya sedih secara mendalam melihat kondisi ini dan berharap rekan-rekan yang mungkin berseberangan untuk bisa kembali bersama-sama membangun IPPAT,” tukasnya.

Sementara itu, Novalianto Kurniawan Ketua Panitia Halal Bihalal PP IPPAT, usai acara mengatakan, HBH ini merupakan rangakaian dari Bulan Suci Ramadhan 1440 H.

“Kita tentu berharap selalu ada kebersamaan, bergandengan tangan untuk membuat IPPAT lebih baik lagi,” imbuhnya.

Uniknya, di acara halal bihalal ini ternyata banyak potensi anggota IPPAT yang ditampilkan baik tarian maupun lagu. Bagi Novalrianto, acara yang disiapkan selama 2 minggu ini berjalan sukses. (RN)