Para pengurus PB GABSI berfoto bersama di acara Pembukaan Pra PON dan Kejuaraan Bridge Nasional 2019 yang diadakan di Museum Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (5/12/2019)

Jakarta, innews.co.id – Meski belum ada kepastian keikutsertaan olahraga bridge dalam Pekan Olahraga Nasional XX di Papua, namun tidak menyurutkan Pengurus Besar Gabungan Bridge Seluruh Indoensia (PB GABSI) untuk menggelar Pra PON dan Kejuaraan Bridge Nasional 2019.

Mengambil tempat di Museum Bank Indonesia, Jakarta, Pra PON dan Kejurnas diadakan selama lebih kurang 10 hari, 5-14 Desember 2019.

Kepada innews usai acara pembukaan, Kamis (5/12/2019) Miranda Swaray Gultom Ketua Umum PB GABSI mengatakan, PB GABSI tetap melaksanakan Pra PON pada 5-9 Desember yang dilanjutkan dengan Kejurnas 10-14 Desember.

Pembukaan Pra PON dan Kejurnas Bridge Nasional 2019 ditandai dengan pemukulan gong oleh Miranda Gultom Ketua Umum PB GABSI

“Kami mengharapkan dengan diadakannya Pra PON, bila diputuskan jadi dipertandingkan, maka kami sudah siap. Jadi, siapa atlet bridge sudah diseleksi untuk mewakili provinsinya masing-masing,” urai Miranda.

Selama ini, lanjut dia, olahraga bridge selalu diikutsertakan pada PON, SEA GAMES, bahkan Asian Games. Namun, menurut panitia di Papua, alasan tidak dimasukkannya bridge lantaran venue yang belum siap dan atau kesulitan transportasi dari Jayapura ke beberapa venue. Selain itu, sebagai tuan rumah, Papua belum mempunyai atlet yang berprestasi di cabang tersebut.

Sekjend KONI Ade Lukman tengah memberikan sambutan

Sementara itu, Ade Lukman Sekretaris Jenderal KONI yang juga hadir saat acara pembukaan mengatakan, pihaknya masih memperjuangkan agar bridge bisa dipertandingkan pada PON XX.

“Olahraga bridge merupakan olahraga yang berpotensi untuk mempersembahkan medali emas, baik di single event maupun multi-event. Selain itu, selama ini melalui PB GABSI sudah melakukan pembinaan dari bawah. Kami optimis bridge menjadi salah satu cabor yang konsisten melakukan kegiatan-kegiatan di level lokal sampai internasional,” urainya.

Miranda Gultom Ketua Umum PB GABSI

Dikatakannya, bridge merupakan salah satu intelligence sport, sama seperti catur dan lainnya. Hal tersebut diaminkan Miranda. “Benar, bridge termasuk olahraga asah otak,” ujarnya.

Diuraikan selama bridge sudah memberikan kontribusi positif dalam mengangkat derajat bangsa. Bahkan, salah satu atlet bridge muda wanita dari Indonesia menjadi juara di level Asia Pasifik.

“Tahun 2020, akan ada kejuaraan dunia bridge. Kami juga akan kirim atlet kesana,” jelas Miranda.

Ir. Purba Robert Mangapul Sianipar

Harus diakui, perhatian pemerintah kepada olahraga bridge masih kurang. “Pemerintah harus bisa melihat bahwa bridge sudah menuai serangkum prestasi, baik tingkat nasional maupun internasional.

Harapannya, kedepan bridge akan semakin maju sebab ini olahraga yang turut mencerdaskan bangsa.

Dalam laporannya Ir. Purba Robert Mangapul Sianipar menjelaskan, pertandingan Pra PON dan Kejurnas ini akan mempertandikan nomor perseorangan maupun beregu.

“Kami masih menunggu kepastian apakah bridge akan dipertandingkan di PON XX. Tentunya kami berharap, pihak-pihak terkait bisa mendorong hal tersebut,” pungkasnya.

Kejurnas Bridge 2019 dan Pra PON diikuti sekitar 41 regu dari 20 provinsi. (RN)