Suasana diskusi Keluarga Besar Wirawati Catur Panca di JCC, Jum'at (1/11/2019)

Jakarta, innews.co.id – Di era sebelum kemerdekaan, mereka yang turut berjuang di medan perang digelari sebagai pahlawan. Pasca kemerdekaan, label pahlawan layak diberikan kepada mereka yang telah berjuang di bidangnya masing-masing.

Hal itu dikatakan Okky Asokawati Ketua Harian Keluarga Besar Wirawati Catur Panca (KB WCP) dalam Gelar Wicara bertema Apa Arti Pahlawan di Mata Perempuan Lintas Generasi yang diadakan di Jakarta Convention Center, Jakarta, Jum’at (1/11/2019).

Menurutnya, saat ini para perempuan Indonesia dapat melakukan berbagai karya di bidangnya masing-masing.

Pandangan tentang perempuan di mata lintas generasi

Pembicara lain, Puti Guntur Soekarno Anggota DPR RI dari Fraksi PDI-Perjuangan dengan lugas mengatakan, perempuan Indonesia harus menjadi pahlawan di rumahnya. Karena melalui perempuan akan hadir generasi bangsa yang unggul.

Dikatakannya, dirinya yang duduk di Komisi X DPR RI juga akan secara konsisten memperjuangkan hak kaum perempuan terutama di bidang pendidikan, kesehatan, dan lainnya.

Di tempat yang sama, Puteri Anetta Komarudin Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar sebagai generasi milenial menilai sejauh ini perempuan masih menjadi warga negara kedua. Tapi, kalau ada kesulitan, kebanyakan yang menanggung perempuan.

“Perempuan Indonesia harus menjadi pahlawan, minimal di rumahnya,” jelasnya.

Menyitir ucapan Presiden Soekarno, Puti Guntur mengatakan, “Perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah. Perjuanganmu melawan bangsa sendiri”.

Puti mengkritisi bahwa sekarang ini rakyat Indonesia mengalami reduksi penurunan cinta terhadap tanah air. “Ini akan menggelinding seperti bola salju. Namun, merah putih harus tegak berkibar di bumi Indonesia. Ini juga bagian dari tugas perempuan,” pungkas Puti. (RN)