Jakarta, innews.co.id – Pasca Temu Nasional Seribu Organisasi Perempuan Indonesia di Yogyakarta, Kongres Wanita Indonesia (Kowani) terus gencar mensosialisasikan ‘Ibu Bangsa’. Salah satunya lewat temu pers yang diadakan di Ruang Malahayati, Kantor Kowani, Rabu (26/9).

Turut hadir sejumlah pengurus Kowani yang juga pimpinan lintas organisasi perempuan yang menjadi anggota Kowani.

Dengan gamblang Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd., Ketua Umum KOWANI menjelaskan bahwa Ibu Bangsa menjadi harga mati bagi segenap perempuan Indonesia.

Suasana jumpa pers

“Ibu Bangsa sudah ada sebelum kemerdekaan Republik Indonesia. Dan kini, kami mencoba mengingatkan kembali kepada seluruh perempuan Indonesia,” kata Giwo Rubianto.

Kowani juga mendorong program ‘Ibu Bangsa’ harus menjadi isu nasional yang harus diperhatikan oleh pemerintah. “Setiap perempuan Indonesia punya tanggung jawab mendidik generasi bangsa yang sadar akan kebangsaannya. Oleh karena itu, ‘Ibu Bangsa’ harus pun hubungan baik dengan generasi penerus bangsa,” tandasnya.

Lebih jauh Giwo Rubianto mengatakan, saat ini ‘Ibu Bangsa’ memiliki tantangan kemajuan teknologi. Namun, itu harusnya menjadi kekuatan bagi Ibu Bangsa untuk mengimplementasikan peran sakralnya sebagai pencetak generasi bangsa yang mumpuni.

Kowani juga berencana membuat sekuel film mengenai Ibu Bangsa yang akan bercerita tentang sejarah sampai pada bagaimana perempuan masa kini. “Ya, kami sedang mengkaji mengenai alur cerita dalam film nanti,” jelas Giwo. (RN)