New York, innews.co.id – Persidangan Sidang Commision on the Status of Women (CSW) 62 di New York, Amerika Serikat, 12 – 23 Maret 2018 berlangsung seru dan penuh kejutan. Hal ini disampaikan Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) langsung dari area persidangan saat dihubungi innews.

“Selama sekian hari persidangan, banyak hal yang dihasilkan dari pertemuan CSW 62 ini. Yang menarik tentu terkait dengan perempuan dan anak di pedesaan. Selain itu, pada kesempatan tersebut juga diadakan share antar-negara mengenai kondisi perempuan dan anak di Negara masing-masing. Terkait dengan SDG’s terkait perempuan dan ekonomi muncul istilah women’snomic yang menjadi begitu populer,” tutur Giwo.

Women’snomic adalah sebuah istilah yang menjabarkan tentang bagaimana perempuan memiliki kekuatan, bukan saja sebagai penopang ekonomi dan pemberi nilai tambah bagi keluarga, tapi juga sebagai penggerak ekonomi bagi bangsa.

Dikatakan Giwo, setiap negara mempresentasikan program-program yang telah dilakukan di masing-masing negara terkait empowerment rural women and girls yang juga menjadi tema acara tersebut.

“Hampir semua negara menitikberatkan pada kesejahteraan, kesehatan, kesetaraan gender, sosial, budaya, pendidikan, dan peningkatan pendapatan perempuan di pedesaan,” kata Giwo lagi.

Selain itu, tambah Giwo, kini semua dunia menyampaikan bahwa digitalisasi ekonomi dan digitalisasi program menjadi penting. “Melek terhadap teknologi dan penguatan media menjadi sesuatu yang mendapat perhatian khusus juga,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, KOWANI memberikan masukkan untuk bagaimana membangun sinergi program dengan berbagai negara, khususnya di kawasan Asia Pasific dan negara-negara Muslim lainnya. “Menarik sekali, negara-negara Muslim lainnya kini sudah membuka kesempatan yang sama terhadap perempuan dan anak-anak perempuan di negaranya untuk berkembang,” urai Giwo.

Dia mencontohkan, Arab Saudi sekarang sangat mendukung program untuk perempuan di negaranya, baik sosial, politik, dan ekonomi.

Bicara tentang rencanan GA ICW ke-35 di Yogyakarta, menurut Giwo, perwakilan dari lebih dari 150 negara diperkirakan akan hadir dalam pertemuan ICW tersebut. (RN)