Jakarta, innews.co.id – Perhelatan akbar berkelas internasional bakal digelar di Jawa Timur, 6-9 April 2020 mendatang. Perwakilan dari lebih 100 negara akan hadir dalam Konferensi Internasional Global White Ribbon Alliance (GWRA), sebuah organisasi yang concern dengan persoalan angka kematian ibu melahirkan dan kesehatan ibu dan anak. Di Indonesia sendiri, afiliasi dari GWRA adalah Pita Putih Indonesia (PPI).

Hal ini disampaikan Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd., Ketua Umum PPI usai bertemu dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di kediamannya, beberapa hari lalu.

Giwo yang hadir didamping para pengurus PPI mengatakan, “Kami para pengurus PPI dan panitia Konferensi Internasional GWRA secara khusus menemui Ibu Khofifah guna memohon arahan dan restu sehubungan dengan International Meeting GWRA di Jawa Timur, tahun depan”.

Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd., Ketua Umum Pita Putih Indonesia bersama para pengurus tengah berbincang-bincang dengan Khofifah Indar Parawansa dikediamannya

“GWRA yang berpusat di Washington DC, USA, ini memberikan kepercayaan penuh kepada PPI untuk mengadakan konferensi internasional ini,” kata Giwo Rubianto.

Dalam acara tersebut, rencananya akan dihadiri lebih dari 100 perwakilan dari luar negeri. “Kami juga akan merangkai acara tersebut dengan pertemuan nasional yang akan melibatkan lebih dari 400 orang perwakilan dari pemerintah, lembaga swadaya masyarakat yang fokus pada kesehatan ibu melahirkan dan bayi baru lahir,” ungkap Giwo.

Lebih jauh Giwo mengatakan, “Kita sangat bersyukur di mana Ibu Khofifah merestui dan mengarahkan agar diselenggarakan di Surabaya. Ibu Khofifah sangat responsif terhadap acara ini.

Khofifah sangat mendukung acara berkelas internasional yang digawangi oleh Pita Putih Indonesia

Dalam acara tersebut, tambah Giwo, akan dibahas soal bagaimana solusi untuk menekan angka kematian ibu melahirkan, upaya pencegahan, strategi merubah mind-set serta persoalan lainnya seputar masalah kesehatan ibu dan anak.

“Perubahan mind-set masyarakat sangat diperlukan bisa menekan angka kematian ibu melahirkan. Disamping masih ada budaya dan adat istiadat yang bisa berdampak buruk bagi kaum ibu,” urai Giwo yang juga adalah Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) dan Vice President International Council of Women (ICW).

Pertemuan ini, lanjut Giwo, menjadi sangat penting karena menjadi wahana berbagi pengalaman mengatasi angka kematian ibu melahirkan di berbagai negara. “Dengan saling sharing pengalaman, maka kita bisa berbagi ilmu dan strategi demi pengentasan angka kematian ibu melahirkan dan kesehatan anak,” kata Giwo.

Dipilihnya Jawa Timur sebagai lokasi penyelenggaraan konferensi internasional tersebut juga dilatarbelakangi data bahwa angka kematian ibu melahirkan cukup tinggi di wilayah Jawa Timur.

Pita Putih Indonesia gawangi acara internasional di Jawa Timur

Dalam pertemuan tersebut, Khofifah menyampaikan bahwa secara pribadi dirinya sangat mendukung pemberdayaan perempuan di Jatim. “Ibu Khofifah menyampaikan bahwa Jatim mempunyai AKI dan AKB yang tinggi, tingkat kemiskinan tinggi, penderita HIV/AIDS tinggi. Dalam menangani hal tersebut, tentu Pemerintah Daerah Jatim tidak bisa bekerja sendiri. Perlu ada kerjasama dengan organisasi-organisasi perempuan,” kata Giwo menyitir ucapan Khofifah.

Peserta konferensi nantinya juga akan diajak mengunjungi posyandu, klinik, maupun tempat pendidikan anak usia dini.(PAUD) di Jawa Timur.

Bagi Giwo, konferensi internasional ini juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi. “Indonesia harus sesering mungkin mengadakan acara-acara dalam skala internasional karena ini berdampak bagus bagi pertumbuhan pariwisata di Tanah Air,” tukasnya. (RN)

Hosting Unlimited Indonesia