Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd - Ketua Umum DPN KOWANI

Jakarta, innews.co.id – Salah satu dampak dari aksi peledakan bom di Surabaya adalah sikap kehatian-hatian masyarakat saat menemui perempuan bercadar. Sangat disayangkan aksi ini.

Giwo Rubianto bersama Wakil Presiden Iran

Menurut Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd., Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Kongres Wanita Indonesia (Kowani), pemakaian cadar merupakan hak azasi perempuan dalam menjalankan perintah agama.

“Masyarakat sebaiknya tidak takut dan melakukan diskriminasi terhadap perempuan bercadar,” ujar Giwo di Jakarta, Rabu, (16/5).

Dia menambahkan, “Yang penting dari sisi pakaian tidak merugikan dan membuat perhatian orang lain.”

Meski begitu, mantan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) ini mengimbau masyarakat tetap waspada dan saling menjaga lingkungan dalam artian jika ada hal-hal yang mencurigai perlu segera dilaporkan.

Giwo mencontohkan, jika ada orang baru yang belum dikenal perlu dikomunikasikan ke RT atau RW setempat. Dihimbau juga, para RT dan RW untuk semakin meningkatkan kewaspadaan dan keamanan warganya.

Sebelumnya, di media sosial beredar video berdurasi 30 detik tentang perempuan bercadar digiring keluar dari bus di Terminal Gayatri, Tulungagung, Jawa Timur. Tak pelak lagi, video tersebut menjadi viral.

Mengenai hal tersebut, Koordinator Satuan Pelayanan (Korsatpel) Terminal Gayatri Tulungagung, Ony Suryanto, memastikan tidak ada pengusiran terhadap perempuan bercadar seperti yang beredar di media sosial. (RN)