Jumpa Pers GMDM dan Pionir

Jakarta, innews.co.id – Kegiatan Untukmu Indonesia yang diadakan di Monas pada 28 April 2018 lalu telah memakan korban jiwa. Tidak itu saja, ribuan orang tidak kebagian sembako dan makanan. Padahal, mereka sudah jauh-jauh datang, tidak hanya dari Jakarta, tapi juga dari Bogor, Bekasi, dan Tangerang.

Kabar tak sedap berhembus di mana pihak-pihak yang terlibat dalam acara tersebut mendapat kritik lewat berbagai media sosial. Untuk itu, secara khusus Badan Koordinasi Nasional Garda Mencegah dan Mengobati (Bakornas GMDM) menggelar jumpa pers bersama dengan Forum RT/RW se-Jakarta, di Jakarta, Kamis, (4/5).

Menurut Jefry Tambayong, Ketua Bakornas GMDM, pihaknya memang ikut dalam acara tersebut sebagai undangan. “Kami diundang oleh panitia karena memang di hari tersebut akan diadakan Deklarasi Anti Narkoba Bersama. Jadi, kami undangan, bukan panitia,” jelas Jefry.

Banyaknya yang massa yang menyemut membuat acara deklarasi antar narkoba yang dilakukan oleh BNN dan GMDM ini diganjar penghargaan MURI dalam kategori komunitas terbanyak.

“Untuk mengisi acara, kami hanya diberikan slot waktu oleh panitia selambatnya 15 menit,” terang Jefry kepada para wartawan.

Yang menjadi mitra utama Bakornas GMDM dalam deklarasi tersebut adalah Pionir (Pemuda Indonesia Bersinar). Pada kesempatan itu juga, Pionir juga menyumbangkan beberapa hadiah untuk pengunjung yang hadir, seperti sepeda, kipas angin, dan sebagainya.

Tragedi Monas yang menelan korban jiwa

Jefry menegaskan, pihaknya tidak terkait dengan insiden yang terjadi di Monas. “Kami hanya undangan, panitianya dari Forum Untukmu Indonesia. Pada kesempatan itu, kami juga mengucapkan turut berduka cita. Kiranya ini menjadi pelajaran yang mahal untuk penyelenggaran sebuah acara,” ujar Jefry.

Sebenarnya, tambah Jefry, izin penyelenggaraan adalah budaya dan perayaan Paskah. Akan tetapi, ibadah yang ditaruh diakhir acara, ujungnya tidak jadi dilaksanakan. “Waktu itu banyak yang tidak dapat makan dan sembako. Ada yang datang jauh-jauh, tapi begitu sampai sembako dan makanan sudah habis. Memang massa kala itu begitu banyak,” terang Jefry.

Acara yang digagas Forum Untukmu Indonesia itu dikabarkan memberikan satu juta kupon untuk warga Jabodetabek melalui RT/RW setempat. Bukan cuma bagi-bagi sembako, acara itu diisi dengan panggung hiburan. Sementara ini, kasusnya masih dalam penyelidikan aparat kepolisian. Sementara Ketua FUI dikabarkan sedang sakit demam berdarah.

Pada hari ini, Senin, (7/5), dikabarkan Ketua Panitia Forum Untukmu Indonesia (FUI) Dave Revano Santosa diperiksa pihak kepolisian. “Hari ini diperiksa ketua panitia acara di Monas. Sekarang lagi diperiksa,” kata Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya, Jerry Siagian saat dihubungi.

Selain ketua panitia, dokter Rumah Sakit Tarakan, Jakarta Pusat yang menangani bocah tersebut sebelum akhirnya dinyatakan tewas akan dimintai keterangan. Namun, dokter tersebut berhalangan hadir.

“Kita juga panggil dokter yang Tarakan. Cuma baru bisa hari Rabu dia bisa datang,” ujar Jerry. Untuk hasil pemeriksaan sementara dari ketua panitia tersebut, dirinya mengaku belum mendapatkan dari penyidik. “Nanti hasil penyidikan saya serahkan ke Pak Argo (Kabid Humas Polda Metro Jaya),” tegas dia. (RN)