Model intimidasi di acara CFD

Jakarta, innews.co.id – Kejadian memalukan yang terjadi di Car Free Day (CFD) melahirkan trauma yang mendalam bagi banyak orang. Olok-olok sembari mengibas-ngibaskan lembaran uang dari massa yang mengenakan kaus #2019GantiPresiden tersebut.

Bahkan, Susi Ferawati merasa diintimidasi, sampai-sampai anaknya harus ketakutan melihat orang-orang yang tampak begitu beringas mengolok-olok dirinya. Alhasil, kasus tersebut bermuara pada laporan ke polisi.

Hal serupa juga dialami Stedi Repki Watung yang mengaku diintimidasi oleh kelompok berbaju hitam tersebut. Masih banyak masyarakat lainnya yang juga mengalami intimidasi ketika itu.

Grace Natalie, Ketua PSI

Menurut Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie, sekarang kita tengah memasuki tahun politik, bukan tidak mungkin ke depan pola-pola intimidasi akan terus meningkat. “Karena itu, kami melaporkan masalah ini secara serius agar jangan lagi ada orang-orang yang diintimidasi, apalagi dilecehkan hanya karena perbedaan pilihan dan pendapat mereka,” ujar Grace di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Padahal, kata Grace, CFD itu harusnya netral, tidak boleh dibiarkan ada hal-hal seperti ini. Semua aktifitas di CFD harus berjalan dengan aman dan damai.

Karena itu, lanjut Grace, kalau ini tidak diproses, kita khawatir hal itu akan direplikasi untuk membungkam orang yang punya pandangan berbeda dengan cara ditakut-takuti seperti itu.

“Kita harus hormati pilihan politik orang lain, sekalipun itu berbeda,” seru Grace yang tidak menampik bila persoalan intimidasi di CFD bermotif sama dengan yang terjadi pada Pilkada DKI Jakarta, 2017 lalu. (RN)