Jakarta, innews.co.id – Niat dari Tergugat I, Tergugat II, Tergugat III, Tergugat V, Tergugat XI, Turut Tergugat I, Turut Tergugat II, dan Turut Tergugat III, untuk berdamai pada kasus Gugatan Kongres VII Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) di Makassar yang tengah berproses di PN Jakarta Barat, patut diapresiasi.

Banyak pihak menilai, sikap legowo ini merupakan suatu bentuk kerelaan dan mengedepankan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi.

“Mereka yang memutuskan berdamai merupakan orang-orang organisatoris sejati yang menaruh kepentingan organisasi dan kemaslahatan anggotanya secara utuh di atas kepentingan pribadi,” ujar beberapa PPAT yang enggan disebutkan namanya ketika dihubungi innews, Sabtu (16/3/2019).

Suasana pemilihan di area Kongres VII IPPAT di Makassar

Pihak Pengadilan bergerak cepat menanggapi hasil mediasi dengan mengeluarkan Penetapan Pengadilan dan mengeluarkan Tergugat I, Tergugat II, Tergugat III, Tergugat V, Tergugat XI, Turut Tergugat I, Turut Tergugat II, dan Turut Tergugat III dari gugatan perkara bernomor 694/Pdt.G/2018/PN Jkt.Brt.

Sementara itu, keluarnya penetapan pengadilan tersebut, mendapat tanggapan positif dari Tagor Simanjuntak, SH., juru bicara PPAT Peduli Organisasi IPPAT.

“Kerja cepat pengadilan patut diapresiasi. Dengan keluarnya penetapan merupakan indikator bahwa gugatan penggugat on the track,” ujarnya.

Ditambahkannya, gugatan lanjut di antaranya terhadap Julius Purnawan, Gatot Triwaluyo, dan Elis sudah tidak merepresentasikan sebagai pemangku kepentingan kongres.

Namun, Tagor mengingatkan, para tergugat yang memutuskan untuk berdamai tetap terikat pada isi perdamaian yang salah satunya menjalankan Kongres Luar Biasa (KLB). (RN)