Jakarta, co.id – Banyak pihak menilai putusan hakim terhadap kasus gugatan PT Astra Sedaya Finance kepada PT ACC mengenai logo dan merek terkesan ‘banci’. Bahkan, hakim sepertinya tidak mempertimbangkan aspek-aspek lain dan hanya melihat satu sisi saja.

Pun pendapat ahli yang ditampilkan pada persidangan-persidangan sebelumnya seperti diabaikan.

Logo ACC milik PT Astra Sedaya Finance

Dalam amar putusannya, hakim mengatakan, bahwa masalah ini menjadi ranah dari pengadilan niaga. Pun eksepsi dari penggugat tidak bisa seluruhnya diterima.

Dalam melihat perkara logo ACC – Memberi Kemudahan milik PT Astra Sedaya Finance dan KlikACC milik PT ACC, hakim terkesan hanya melihat dari satu sisi.

Padahal, UU No. 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis yang masuk kategori persamaan dalam pengucapan apalagi ada juga kesamaan warna background. “Putusan ini sumir dan mengabaikan hal-hal prinsip yang kami ajukan,” kata Fajar Gora, SH., MH., Kuasa Hukum Astra Sedaya, di PN Jakarta Pusat, Kamis (24/1/2019).

Menurut Gora, Majelis Hakim hanya berpatokan pada hal-hal yang generik (umum) saja seperti warna merek, gambar, posisi, dan lainnya.

Sebelumnya ahli yang dihadirkan sudah menyatakan bahwa ada indikasi itikad buruk dengan mendaftarkan merek dengan pengucapan yang sama. Sementara merek ACC – Memberi Kemudahan sendiri sudah digunakan Astra sejak 1996. Di pihak lain, KlikACC baru menggunakan merek tersebut di 2017.

Hakim juga nampaknya menafikan banyak hal, termasuk telah banyaknya penghargaan yang diraih Astra selama menggunakan merek ACC – Memberi Kemudahan, juga sudah banyaknya promosi yang kami lakukan serta lebih dari 70 kantor cabang yang dimiliki.

Untuk itu, Gora menambahkan, pihaknya akan menempuh upaya kasasi ke Mahkamah Agung. “Benar, dalam waktu dekat kami akan mengajukan kasasi sebagai bentuk perlawanan terhadap putusan yang terkesan ‘banci’ ini” kata Gora. (RN)