Nanik Hariningsih, pemilik usaha produksi kain dan batik Gedok khas Tuban UD Melati Mekar Mandiri

Tuban, innews.co.id – Kini, pengrajin batik di Tuban, Jawa Timur, boleh tenang dalam berkarya karena hak ciptanya dilindungi. Ini menjadi salah satu program andalan Pemerintahan Jokowi-JK untuk mendongkrak daya saing UMKM.

Seperti testimoni Nanik Hariningsih, pemilik usaha produksi kain dan batik Gedok khas Tuban UD Melati Mekar Mandiri di Tuban, Rabu, (2/5). Ia menjadi salah satu UKM binaan Semen Indonesia yang mendapatkan fasilitas hak cipta untuk karya batiknya yang bermotif kedelai kecer.

Nanik mengaku mendapatkan manfaat yang sangat besar dari fasilitas hak cipta terlebih karena ia mempekerjakan banyak karyawan mulai dari pekerja tetap di rumah industrinya hingga pekerja lepas yang mengerjakan pesanan dari rumah masing-masing.

“Kalau tidak ada hak cipta saya tidak bisa apa-apa kalau motif dipakai oleh orang lain, apalagi kalau ada yang sampai menjualnya ke luar negeri,” kata Nanik yang juga berprofesi sebagai guru TK itu.

Dia menambahkan, “Saya sangat berterima kasih pada Pemerintah Jokowi yang memiliki program yang mempermudah UKM untuk mendapatkan hak cipta atas karyanya ini”.

Hal serupa disampaikan Kustini pemilik usaha Kustini Batik Gringsing Desa Gesikharjo, Kecamatan Palang, Tuban, Jawa Timur, yang mendapatkan fasilitas hak cipta untuk beberapa motif batik karyanya di antaranya mentaraman dan manuk gedong.

“Saya mendapatkan hak cipta untuk beberapa karya saya membuat saya semakin mantap dan percaya diri dalam menjalankan usaha batik ini,” kata Kustini yang sudah 35 tahun membatik ini.

Sebelum mendapatkan hak cipta, Kustini mengaku kerap kali ragu mengembangkan motif batik gringsing yang selama ini menjadi andalannya.

Ia juga merasakan kebanggaan yang mendalam setelah memiliki sertifikat hak cipta sehingga tak ragu-ragu lagi untuk memasarkan produknya lebih luas hingga mengaku ada peningkatan omset setelah memiliki hak cipta.

Batik ciri khas Desa Gesikharjo ciptaannya itu bisa terjual hingga 6-8 potong perbulan dengan harga Rp2,5 juta – Rp3 juta perpotong padahal sebelumnya saat musim sepi hanya terjual 1-2 potong saja. (RN)