Polisi sampai harus berjaga-jaga di ruang pemilihan pada Kongres IPPAT di Makassar

Jakarta, innews.co.id – Nampaknya gugatan yang dilayangkan oleh beberapa anggota Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) terhadap penyelenggaraan Kongres VII IPPAT di Makassar tidak bisa dipandang sebelah mata.

Menurut Dr. Hapendi Harahap, SH., MH., “Sepertinya gugatan ini sebagai puncak kemarahan anggota IPPAT yang selalu dipermainkan oleh sekelompok kecil PPAT senior yang kerjanya dari satu kongres ke kongres lain bikin ribut dan bikin kongres selalu kisruh”.

Dr. Hapendi Harahap, SH., MH., ikut digugat

Hapendi tidak menyebutkan spesifik siapa sekelompok kecil PPAT yang kerap bikin gaduh kongres tersebut. Atau mungkin para PPAT sudah paham siapa kelompok kecil yang dimaksud tersebut.

Lebih jauh Hapendi dalam pesan singkat, Selasa (2/10), mengatakan, “Saya belum mendapat surat gugatannya. Tapi saya dengar sudah didaftarkan pada 26 September 2018”.

Dikatakannya, itu gugatan murni dari anggota. “Saya pun termasuk digugat. Dan, saya menyesalkan kenapa mereka mengikutkan saya sebagai tergugat,” ucapnya.

Dia menambahkan, hal seperti itu bisa dihindari. “Kan bisa dihindarkan kita bisa bermusyawarah,” imbuhnya.

Meski begitu, gugatan sudah didaftarkan. Hapendi berharap semua pihak bisa menahan diri dan tidak mengumbar amarah.

“Mari kita duduk bersama menyelesaikan isi gugatan tersebut,” pintanya.

Sementara ketika coba dikonfirmasi, Fima Agustina, SH., MH., Sekretaris PP IPPAT periode 2015-2018 yang juga sebagai Tergugat II enggan berkomentar lebih jauh. “Saya no comment pak,” ucapnya singkat.

Gugatan sejumlah anggota PPAT terhadap pelaksanaan Kongres VII IPPAT di Makassar resmi didaftarkan di PN Jakbar pada 26 September 2018 dengan nomor 694/pdt/g/PN Jakbar. Rencananya sidang perdana akan digelar pada 24 Oktober 2018 di Ruang Sidang Utama pukul 09.00 WIB. (RN)