Jakarta, innews.co.id – Sejujurnya ketidakhadiran para penggugat, bukan saja menghambat persidangan, tapi juga telah mengorbankan IPPAT secara keseluruhan.

“Kok, tega ya para penggugat ini tidak hadir,” kata Dr. Hapendi Harahap, SH., MH., yang juga sebagai turut tergugat dan hadir dalam Sidang Perdana Gugatan Kongres VII IPPAT di PN Jakarta Barat, Rabu (24/10).

Dikatakannya, “Yang menjadi korban bila sidang berlarut-larut, bukan para penggugat, bukan pula para tergugat, tapi IPPAT, yakni akan semakin lama IPPAT dalam ketidakpastian hukum”.

“Ada ketidapastian dalam jalannya roda organisasi IPPAT karena permasalahan yang ada,” lanjut Hapendi.

Sementara itu, turut tergugat lainnya Otty Hari Chandra Ubayani, SH., M.Kn., MH., di PN Jakarta Barat, mengaku dirinya bingung kenapa jadi ikut sebagai turut tergugat.

“Tapi demi perbaikan organisasi, bagi saya, mungkin ini jalan terbaik. Saya berharap, teman-teman lainnya bisa turut mentaati hukum sampai masalah ini tuntas,” ujarnya.

Sementara itu, kuasa hukum Tim Gugat IPPAT telah menyurati 34 Pengurus Wilayah agar untuk sementara waktu tidak melakukan konferensi wilayah dan konferensi daerah hingga adanya kepastian hukum terhadap kasus ini.

Sidang ditunda hingga 28 November 2018. (RN)