Peringatan Hari Lahir Nabi Agung Kongzi ke 2570 yang diadakan oleh pengurus Zhongshan Tushuguan bersama Matakin Provinsi DKI Jakarta dan Makin Jakarta Barat di Gedung Zhongshan Tushuguan, Jalan Pekojan Raya No. 90, Pekojan, Jakarta Barat, Sabtu (28/9/2019).

Jakarta, innews.co.id – Kelahiran Nabi Kongzi selalu jadi momentum penting bagi segenap umat Khonghucu untuk merefleksikan ajaran-ajaran yang di Sabdakan agar dapat terus disuarakan, dikembangkan, dan dijalankan dalam kehidupan sehari-hari.

Hal ini menguat dalam Peringatan Hari Lahir Nabi Agung Kongzi ke 2570 (第二五七零至聖孔子誕辰) yang diadakan oleh pengurus Zhongshan Tushuguan (中山圖書館) bersama Matakin Provinsi DKI Jakarta dan Makin Jakarta Barat di Gedung Zhongshan Tushuguan (中山圖書館), Jalan Pekojan Raya No. 90, Pekojan, Jakarta Barat, Sabtu (28/9/2019).

Persembahyangan kepada Tian
Persembahyangan di Altar Shen Ming Guan Gong

Peringatan yang diadakan dalam bentuk persembahyangan itu, oleh kalangan masyarakat berbasis pendidikan Taiwan juga diperingati sebagai Hari Guru Nasional (教師節).

Sembahyang di altar Shen Ming Guan Gong
Para jemaat mengikuti persembahyangan dengan khusuk

Persembahyangan kepada Nabi Kongzi di hari itu seperti biasa diawali dulu dengan sembahyang di altar Tian dan di altar Shenming Guan Gong (關聖) yang berada di lantai dua Gedung Zhongshan Tushuguan (中山圖書館).

Persembahyangan di altar Nabi Kongzi dipimpin langsung oleh Ws. Lin
Surat doa yang dipanjatkan oleh para hadirin disempurnakan dengan cara dibakar (fen biaowen)

Tampak hadir, selain umat dari 4 Makin yang ada DKI Jakarta, hadir Ketua Zhongshan Tushuguan (中山圖書館主席) Mr. Jacob Irawan (Yu Gecang 余歌滄) beserta dengan jajaran pengurusnya.

Persembahyangan berlangsung penuh khidmat
Ketua Matakin Provinsi DKI Jakarta Js. Liem Liliany Lontoh, SE., M.Ag., tengah memberikan sambutan

Tamu spesial yang hadir pada kesempatan itu adalah Sekretaris Kantor Ekonomi-Perdagangan Pemerintah Taipei Taiwan di Indonesia yakni, Mr. Hsü Chün-yung (Xu Junyong 許俊湧) yang mewakili ketua mereka (Zhang Shu-yen 張淑燕) yang berhalangan.

Pada kesempatan itu, Liliany menyumbangkan buku karya tulisnya tentang Ritual Perkabungan Menurut Ajaran Khonghucu untuk menambah khazanah di perpustakaan ini.

Sambutan Sekretaris Kantor Ekonomi-Perdagangan Pemerintah Taipe Taiwan di Indonesia yakni Mr. Hsü Chün-yung (Xu Junyong 許俊湧) yang mewakili ketua mereka (Zhang Shu-yen 張淑燕) yang berhalangan

Turut hadir juga Ketua Asosiasi Confucius Indonesia Mr. Idris Sutarji (Yu Maifeng 余麥風) dan nyonya, Mantan jurnalis dan agamawan Leo Lai (Lai Xinping 賴新平), para Laoshi bahasa Huayu anggota Tushuguan berbasis pendidikan Taiwan (Chen laoshi, Lin laoshi dan lainnya).

Dalam sambutannya Ketua Matakin Provinsi DKI Jakarta Js. Liem Liliany Lontoh, SE., M.Ag , menyampaikan perkembangan Khonghucu di DKI Jakarta serta perjuangan Matakin untuk kesetaraan status Agama Khonghucu di Indonesia.

“Saat ini, Agama Khonghucu semakin memainkan peran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Selain secara statistik jumlah umat mengalami peningkatan, juga kesibukan semakin banyak dalam mengikuti berbagai kegiatan, baik dalam lingkup pemerintahan maupun lintas agama,” kata Liliany Lontoh.

Ucapan terima kasih mewakili Zhongsan Tushuguan, Bapak Leo Lai dan memohon maaf jika ada kekurangan sambutan, dan sedikit menerjemahkan sambutan Mr. Xu

Sementara itu, dalam sambutannya Mr. Xu menyatakan penghargaan dan terima kasih bahwa ajaran Rujiao berkembang dengan baik di Kota Jakarta. Dan menginformasikan pula bahwa di seantero Taiwan banyak sekali situs-situs Konfusius yang disokong oleh pemerintah negara Taiwan. Demikian juga sekolah dan tempat ibadah yang didedikasikan kepada Konfusius banyak bertebaran di sana dan kebanyakan disokong penuh oleh pemerintah negara Taiwan. Secara khusus, Mr. Xu mengajak umat Khonghucu datang melihat sendiri ke sana.

Ketua Matakin Provinsi DKI Jakarta Js. Liem Liliany Lontoh, SE., M.Ag., tengah menyerahkan buku karyanya kepada Mr. Jacob Irawan (Yu Gecang 余歌滄)

Dikonfirmasi innews, Selasa (1/10/2019), Liliany Lontoh menerangkan Nabi Kongzi (551 SM – 479 SM) adalah seorang Nabi, Rasul Tian, Filsuf, Pemikir, Negarawan, Pendidik Besar yang meletakkan landasan utama Agama Ru/Ru Jiao.

“Sebagai penganut Ru Jiao dengan selalu memperingati Hari Lahir-Nya, maka ajaran-ajaran yang di Sabdakan dapat terus disuarakan, dikembangkan dan dijalankan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Liliany yang juga Anggota FKUB Provinsi DKI Jakarta ini. (RN)