Jakarta, innews.co.id – Dukungan penutupan usaha keramba jaring apung (KJA) di seantero wilayah Danau Toba kian menggurita. Rombongan pengurus Horas Bangso Batak (HBB) dari Medan secara khusus menyambangi para pengurus Komite Danau Toba untuk mendiskusikan masalah KJA yang dinilai sudah menahun. Pertemuan diadakan di Sekretariat Panitia Seminar KDT, Universitas UKI, Jakarta, Jumat (9/8/2019).

Pada kesempatan itu, rombongan HBB yang dipimpin langsung oleh Ketumnya Lamasiang Sitompul, SH., sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Komite Danau Toba dalam upaya mendorong penutupan sejumlah bisnis KJA di Danau Toba.

Tidak itu saja, HBB juga sangat mengapresiasi kepedulian Komite Danau Toba dalan membangun Bonapasogit dan mempercepat Danau Toba menjadi destinasi wisata dunia di era Presiden Jokowi.

Karena itu, rencana acara seminar yang akan dilakukan Komite Danau Toba di Gedung DPD RI pada 19 September 2019 mendatang dinilai sebagai langkah tepat untuk mendorong hal tersebut. Dalam acara tersebut akan diundang menteri-menteri terkait, Gubernur Sumut, para Bupati sekawasan Danau Toba.

Hal ini sebagai bentuk respon cepat Komite Danau Toba menyikapi kunjungan kerja Presiden Jokowi ke kawasan Danau Toba selama 3 hari, beberapa waktu lalu.

Pengurus Komite Danau Toba yang hadir dalam pertemuan tersebut antara lain, Edison Manurung, SH., MM (Ketum Komite Danau Toba), Drs. Tonny Rons Hasibuan (Sekretaris), Martin Hutabarat (Bendahara), Ketua Panitia Seminar KDT Prof Dr Gimbal Dolok Saribu yng juga Ketua Profesor se-Indonesia, Wakil Ketua Panitia Hulman Panjaitan, SH., MH., yang Juga Dekan Fakultas Hukum, serta DR Wilson Rajagukguk yang juga Wakil Rektor UKI.

Pada kesempatan itu dengan tegas Edison Manurung mengatakan, “Kami sepakat agar pemerintah menutup semua perusahaan yang terindikasi mencemarkan Geo Kawasan Danau Toba dan kami mengharapkan hasil rekomondasi Seminar KDT menjadi salah satu acuan untuk mengevaluasi perusahaan-perusahaan yang mengganggu keindahan Danau Toba”.

“Saya sebagai Ketum Komite Danau Toba mengharapkan juga kepada semua marga-marga Batak yang ada di kawasan Danau Toba, terkhusus pengurus-pengurus marga agar menyuarakan hal ini ke anggota masing-masing. Juga kepada gereja-gereja dan tokoh adat, tokoh pemuda yang ada di Kawasan Danau Toba dan juga di seluruh dunia karena Danau Toba itu adalah milik kita bersama yang wajib kita lestarikan keindahannya,” kata Edison yang juga mantan Ketua DPP KNPI yang telah menggagas Wisata Danau Toba Pantai Pasifik Porsea sejak 15 tahun silam, sekaligus sebagai Wakil Ketua Umum Parsadaan Raja Toga Manurung dohot Boruna (Patambor) Indonesia ini.

Khusus kepada marga Manurung serta Boruna dan keluarga, Edison menyerukan agar ikut serta peduli Danau Toba. “Program Pemerintah Jokowi yakni, menjadikan Danau Toba sebagai destinasi wisata dunia adalah momentum memakmurkan masyarakat di sekitar Danau Toba. Yang menikmati hasilnya juga nanti cucu-cucu kita sebagai generasi penerus anak bangsa,” serunya.

Edison mengisahkan, saat ia bersama rombongan mengikuti kunjungan kerja Presiden Jokowi selama 3 hari ke seluruh kawasan Danau Toba, nampak jelas jeritan masyarakat yang menumpahkan harapannya agar program Presiden Jokowi bisa terwujud.

Edison secara khusus mengajak semua pihak untuk berkarya dan berbuat bagi kampung halaman kita masing-masing. “Mari kita satu sama lain bergandengan tangan untuk membangun bonapasogit bersama Pemerintahan Jokowi,” pungkasnya. (RN)