Henny Handayani, komitmen melayani rakyat

Jakarta, innews.co.id – Keberhasilan program-program Presiden Ir. H. Joko Widodo di periode pertama kepemimpinannya (2014-2019) menuai banyak pujian dari berbagai pihak. Sebuah harapan besar mengembang di periode kedua ini bahwa Jokowi bakal membawa Indonesia masuk jajaran negara maju di dunia.

Apresiasi tinggi diberikan Henny Handayani, SH., MH., Ketua Umum Garda Muda Jokowi 2 Periode dan Gerakan Muda Nawacita saat berbincang dengan innews di ruang kerjanya, di Jakarta, Kamis (15/8/2019) malam.

Henny Handayani, SH., MH., bersama rekan-rekan di Gerakan Muda Nawacita

Karena itu, Henny dan teman-teman relawan lainnya bertekad mengawal program-program Jokowi di periode kedua ini yang memfokuskan pada penciptaan sumber daya manusia (SDM) unggul. “Ini menjadi program pamungkas Pak Jokowi untuk memastikan Indonesia masuk jajaran negara maju di dunia,” kata Henny yang juga dikenal sebagai seorang advokat kondang ini.

Dikatakannya, keputusan Presiden Jokowi membangun infrastruktur sekarang sudah bisa dirasakan oleh rakyat Indonesia sampai ke pelosok-pelosok negeri. Dan, di level internasional, Indonesia kian diakui dengan infrastruktur yang semakin baik. “Konektifitas antar-daerah sudah demikian bagus. Dimana-mana pembangunan begitu dirasakan. Akses semakin terbuka. Itu membuat Indonesia kian diperhitungkan,” tambah Henny.

Hal itu, lanjut dia, kian lengkap dengan akan dibangunnya SDM unggul. “Kalau dilihat, SDM Indonesia sebenarnya tidak kalah dengan negara-negara lain. Hanya saja mungkin pemerintah perlu lebih memberi kesempatan kepada putra-putri Indonesia untuk mengenyam pendidikan ke luar negeri dalam bentuk pemberian beasiswa,” tutur Henny.

Dia menilai, kalau saja, kesempatan sekolah ke luar negeri sudah dilakukan sejak dulu, mungkin Indonesia bisa lebih maju lagi. Karena itu, sekarang diharapkan Presiden Jokowi bisa mendorong pemanfaatan anggaran yang ada untuk menyekolahkan anak-anak Indonesia ke luar negeri.

Dengan kesempatan yang luas dalam bidang pendidikan, Henny meyakini, kesenjangan antara yang kaya dan miskin bisa dipersempit.

Oleh karena itu, dalam Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74, Henny berharap, ‘kemerdekaan’ bagi seluruh rakyat kian paripurna, melalui peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, kesempatan kerja, dan lainnya.

“Anak sekarang harus diarahkan memiliki spirit enterpreneurship, bukan hanya berpikir jadi pegawai negeri saja. Kalau anak Indonesia banyak menjadi enterpreneur, maka lapangan kerja pun semakin terbuka,” urainya.

Selain itu, Henny punya pemikiran untuk mengembangkan pola upgrading mind yang diyakini mampu membuat anak-anak Indonesia melejit dengan intelektualitas dan talenta yang dimilikinya. Menurutnya, melalui upgrading mind, maka kemampuan seseorang akan lebih nampak. Dengan kata lain, filosofi the right man on the right place akan bisa tercipta.

Henny juga berharap, dalam menjalankan program-programnya, Presiden Jokowi bisa didukung oleh masyarakat. “Silahkan saja kalau mau jadi oposisi. Di negara demokrasi, keberasaan oposisi juga diakui sebagai bentuk penyeimbang dan pola kontrol bagi pemerintah. Tidak masalah kalau jadi oposisi, asal bisa memberi kritik yang konstruktif, bukan sebaliknya, mencari-cari kesalahan orang, memfitnah, menyebarkan hoaks, dan lainnya,” tuturnya.

Henny juga berharap masyarakat Indonesia bisa mendukung kepemimpinan Presiden Jokowi. “Rakyat juga harus jujur menilai semua keberhasilan Presiden Jokowi dalam membangun negeri ini. Bukan sedikit-sedikit disalahkan,” ujar Henny menutup perbincangan. (RN)