Henny Handayani, komitmen melayani rakyat

Jakarta, innews.co.id – Tugas berat menanti bila dirinya dipercaya menjadi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak oleh Presiden Joko Widodo. Meski begitu, ia telah memiliki strategi amanah itu didaratkan padanya.

Sosok Henny Handayani, SH., MH., Garda Muda Jokowi 2 Periode dan Gerakan Muda Nawacita, selama ini dikenal sebagai praktisi hukum. Namun begitu, pimpinan relawan 01 ini memiliki perhatian khusus kepada dunia perempuan dan anak.

“Kekerasan pada anak termasuk di dalamnya penjualan anak dibawah umur masih menjadi persoalan pelik hingga kini. Karena itu, bukan hanya penegakan hukum yang kuat bagi para pelaku, tapi perlu sosialisasi yang kontinu sehingga para orangtua dan anak bisa terhindar dari masalah tersebut,” ujar Henny kepada innews di Jakarta, Jum’at (16/8/2019).

Selain masalah itu, Henny menilai, guna menciptakan generasi unggul, sesuai visi Presiden Joko Widodo, maka penciptaan generasi unggul harus dimulai sejak anak dalam kandungan atau pada semester pertama kehamilan. Hal yang perlu dilakukan adalah melengkapi gizi bayi dalam kandungan, demikian juga kecukupan gizi bagi sang ibu.

Persoalan stunting dan gizi buruk tentunya akan menjadi perhatian Henny kelak bila terpilih sebagai Menteri PPPA. “Saya serahkan semua pilihan pada Pak Presiden sebagai pemegang hak prerogatif dalam menentukan siapa-siapa yang bakal duduk sebagai menteri,” kata Henny.

Meski begitu, Henny mengaku sudah memiliki strategi agar kinerja Kemen PPPA bisa lebih maksimal, termasuk di dalamnya mendorong peningkatan anggaran di kementerian yang dipimpinnya. “Pasti dibutuhkan lobi-lobi. Namun, sepanjang kita menyajikan hal-hal yang rasional guna mendorong penciptaan SDM unggul, saya yakin peningkatan anggaran bakal terjadi,” tukasnya. (RN)