Jakarta, innews.co.id – Kondisi anak stunting mengakibatkan pertumbuhan tidak normal. Tak hanya fisiknya yang pendek, tapi juga level intelektualitasnya ikut terganggu.

Kondisi demikian tak bisa dianggap remeh. Sebab, dapat mengancam kelangsungan bangsa.

Stunting merupakan kondisi anak mengalami gangguan pertumbuhan, sehingga tubuh anak lebih pendek ketimbang teman-teman seusianya. Tanda-tanda stunting akan mulai terlihat pada saat anak berusia dua tahun.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat 20 persen anak mengalami stunting ketika masih berada di dalam kandungan. Penyebabnya, ibu hamil (bumil) kurang mendapatkan asupan nutrisi sehingga pertumbuhan janin terganggu.

Untuk mencegah stunting, bumil wajib mengonsumsi zat besi dan asam folat yang merupakan bagian dari vitamin prenatal. Vitamin prenatal merupakan kombinasi dari tiga zat penting, yakni zat besi, kalsium, dan asam folat. 

1. Zat Besi

Zat besi membantu sel darah merah mengantarkan oksigen ke bayi. Zat besi dapat ditemukan dalam daging merah tanpa lemak, kacang polong, kacang kering, dan sereal. Selama kehamilan, ibu hamil membutuhkan 27 mg setiap hari.

2. Kalsium 

Membantu membentuk tulang dan gigi yang kuat. Sumber utama dari kalsium ialah susu, keju, yoghurt, dan sarden.

3. Asam Folat

Asam folat berperan penting dalam mengurangi risiko cacat tabung saraf. Cacat tabung saraf merupakan cacat lahir yang memengaruhi otak dan sumsum tulang belakang bayi, yakni spina bifida dan anencephaly.

Asam folat dapat ditemukan dalam sayuran hijau, buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian, ikan salmon, hati sapi, daging unggas, serta susu dan produk olahannya. (RN)