Jeanette Dipudapu Pengagas dan Pendiri Ibu Pertiwi, dalam perbincangan di Jakarta, Sabtu (9/11/2019)

Jakarta, innews.co.id – Kasus demi kasus anggaran di Provinsi DKI Jakarta terungkap. Perhatian masyarakat saat ini terfokus pada kinerja Gubernur Anies Baswedan yang dinilai lalai.

Dugaan penggelembungan APBD yang dilakukan bawahannya harusnya diawasi oleh Anies. Ketiadaan wakil gubernur disinyalir menjadi salah satu penyebab kurangnya pengecekan terhadap anggaran yang diajukan.

Bersama rekan-rekan relawan saat road show ke kementerian

Keprihatinan ini melahirkan pemikiran bahwa kehadiran wakil gubernur dinilai begitu urgen guna menghindari upaya penggerusan uang rakyat dilakukan oknum-oknum tertentu.

Seperti disampaikan komunitas Ibu Pertiwi sebuah wadah para aktivis perempuan Indonesia dalam perbincangan dengan Jeanette Dipudapu Pengagas dan Pendiri Ibu Pertiwi, di Jakarta, Sabtu (9/11/2019) ini.

Menurut Jeanette Dipudapu, “Akhir-akhir ini, warga Jakarta dikejutkan dengan APBD yang menggelembung. Bahkan, bila dikomparasikan dengan pendahulunya yang begitu transparan serta efisiensi di berbagai bidang, apa yang terjadi sekarang sangat ironis”.

Para aktivis gelorakan Wagub DKI yang capable

“Kami sangat prihatin dengan terjadinya penggelembungan anggaran. Ramai-ramai pihak Pemprov berusaha melakukan pembelaan,” kata Jeanette yang juga aktivis Perempuan Indonesia Peduli Bangsa ini.

Sekarang ini, kata Jeanette, jaman sudah maju, teknologi berkembang pesat. Bahkan dengan sistem e-budgeting yang dibuat harusnya lebih mudah menyusun anggaran dan ada transparansi.

Dalam pandangannya, para aktivis yang terhimpun dalam Ibu Pertiwi ini beranggapan, pasti ada sesuatu pemicu dibalik semua ini, tentunya dengan berprinsip pada asas praduga tak bersalah.

Perempuan Indonesia siap memberi yang terbaik untuk bangsa dan negara

Salah satunya adalah ketiadaan Wakil Gubernur. “Sudah terlalu lama Gubernur Anies bekerja tanpa wakil. Pasti ada impact negatifnya, salah satunya mungkin masalah saat ini yang bergulir,” kata Jeanette.

Karena itu, Ibu Pertiwi meminta agar segera ditetapkan siapa Wakil Gubernur DKI. Dan, sebaiknya tidak dari partai politik.

Perempuan Indonesia aktivis perjuangan bangsa

“Pilihlah Wagub yang kompeten dan sudah sangat familiar bagi warga DKI Jakarta, utamanya figur yang dekat dengan warga Betawi tentunya,” imbuh Jeanette.

Tidak itu saja, lanjut Jeanette, adalah lebih baik memilih Wagub yang punya kapasitas dalam hal menjaga keamanan. “Jakarta kan Ibu Kota Negara, jadi keamanannya harus benar-benar dipastikan. Jangan lagi ada demo-demo yang berujung pada tindakan anarkhis,” tambah Jeanette.

Jeanette Dipudapu Pengagas dan Pendiri Ibu Pertiwi, menyuarakan Wagub DKI dari militer

Menurut Jeanette, warga Jakarta sudah jenuh dengan demo serta parade emosi yang tidak terkontrol dengan mengatasnamakan agama.

“Agama adalah sesuatu yang suci murni yang harus kita jalani dan nikmati dengan sukacita sebagai rasa syukur atas rahmat Allah Sang Pengasih dan Penguasa,” tukas Jeanette.

Berkaca pada hal tersebut, bagi Ibu Pertiwi, Wagub DKI baiknya dari kalangan militer yang berkompeten, tidak bercacat cela, memiliki wawasan luas, berintegritas tinggi, serta hasil kerjanya diakui dunia.

Perempuan Indonesia siap turun ke jalan

Salah seorang yang dipandang pas dengan kriteria diatas adalah Mayjen (Purn) Tatang Zaenudin. “Tentu kita semua masih ingat dengan sosok yang satu ini terkait musibah Air Asia. Kala itu beliau sebagai Deputi di Basarnas, yang bisa dengan cepat mengangkat bangkai Air Asia. Kinerjanya diakui sampai dunia internasional,” cetusnya.

Sosok Tatang juga dikenal dengan dengan warga Betawi. Diyakini, bila ia menjadi Wagub DKI, masalah keamanan dapat cepat terdeteksi dan tentunya cepat diatasi. Apalagi, warga Jakarta membutuhkan kenyamanan dan keamanan. (RN)