KH. Ibnu Mulkan, SO., Si., Ketua Umum Inovasi Mubaligh Nurul Ibad Indonesia (IMANI) (ketiga dari kiri)

Jakarta, innews.co.id – Wacana pemulangan eks anggota ISIS asal Indonesia masih ramai dibicarakan. Kabarnya, ada 600 lebih orang Indonesia yang memutuskan pergi ke Suriah. Namun ‘syurga’ yang dijanjikan jadi berubah bak neraka. Tak heran, mereka pun ingin pulang.

Keinginan eks anggota ISIS untuk pulang ditentang oleh berbagai pihak. Salah satunya KH. Ibnu Mulkan, SO., Si., Ketua Umum Inovasi Mubaligh Nurul Ibad Indonesia (IMANI) saat ditemui di sela-sela Deklarasi dan Rakernas IMANI Indonesia, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (20/2/2020) siang.

“Bagi saya, masih banyak urusan dalam negeri yang harus dipikirkan dan dicarikan solusinya dari pada mengurusi kepulangan eks ISIS,” ujar Mulkan terbuka.

Menurutnya, mereka sudah tidak lagi mengakui negara Indonesia, jadi untuk apa diurus. Selain itu, kepulangan eks ISIS, bisa melahirkan masalah baru bagi bangsa ini. “Mereka sudah terpapar paham ISIS tentunya. Agak sulit untuk merubahnya,” tandas Mulkan.

Karena itu, IMANI dengan tegas menolak kepulangan eks ISIS. “PBNU sebagai ‘Bapak’ kami sudah jelas-jelas menolak. Kami sebagai ‘anak’ tentu ikut,” tukas Mulkan.

Dia menyarankan pemerintah fokus pada persoalan bangsa. Dalam hal ini IMANI Indonesia siap berkontribusi bagi bangsa dan negara. (RN)