Jakarta, innews.co.id – Perayaan Imlek Nasional 2019 menjadi sebuah momentum penting, bukan saja dalam rangka mempererat keharmonisan sesama anak bangsa, tapi juga memperkuat peran etnis Tionghoa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Karena itu, Perayaan Imlek Nasional 2019 tidak hanya difokuskan pada perayaannya saja, tapi juga diadakan Festival Budaya Nusantara. Sejumlah gelaran budaya dan sajian kuliner akan mewarnai perayaan yang akan dilakukan selama 4 hari (7-10 Februari) tersebut.

Dalam jumpa pers yang diadakan Panitia Perayaan Imlek Nasional 2019, Sudhamek AWS Ketua Dewan Pelaksana menjelaskan, ini merupakan kali pertama wadah-wadah etnis Tionghoa bersatu dan menggelar acara akbar yang rencananya akan dihadiri langsung oleh Presiden RI H. Ir. Joko Widodo.

Jumpa pers Perayaan Imlek Nasional 2019 di Plaza Sinar Mas, Kamis (31/1/2019)

Acara akan dipusatkan di Hall B3 dan C4 JIEXPO, Kemayoran, Jakarta Pusat dan akan dihadiri lebih dari 10.000 warga, baik etnis Tionghoa dari seluruh Indonesia maupun warga lainnya.

Sudhamek mengatakan, tema yang diusung adalah ‘Merajut Kebhinekaan Memperkokoh Persatuan’. “Ini merupakan wujud dari tindakan dan komitmen Warga Negara Indonesia Tionghoa untuk tetap bersatu dalam kebhinekaan Indonesia,” ujarnya.

Perayaan ini begitu istimewa disamping artistik tempat acaranya yang menggunakan background merah putih, nantinya juga akan dirangkai dengan motif batik mega mendung.

Panitia Perayaan Imlek Nasional 2019 dipimpin Sudhamek AWS

Sejumlah sajian budaya akan ditampilkan seperti alat musik klasik Guzheng yang akan digunakan untuk mengiringi lagu-lagu kebangsaan Indonesia. Juga kolintang yang dipakai untuk mengiringi lagu-lagu Mandarin.

Akan ditampilkan juga atraksi Barongsai yang akan dipadu dengan Reog dan Ondel-ondel. Aneka kuliner khas Tionghoa juga dapat dinikmati di tempat acara.

Selain itu, akan dihadirkan juga raja-raja Nusantara, tokoh-tokoh yang ikut berjasa di awal kemerdekaan, serta generasi muda dengan segudang talenta dan prestasi.

Ketua Dewan Pelaksana Perayaan Imlek Nasional 2019 Sudhamek AWS tengah diwawancarai media televisi di Plaza Sinar Mas, Kamis (31/1/2019)

Festival ini terbuka untuk umum yang akan dibuka sejak Pukul 10.00-22.00 WIB. “Setiap harinya di penghujung acara akan ditampilkan pesta kembang api yang semarak,” kata Sudhamek.

Panitia inti yang mendampingi Sudhamek seperti Teddy Sugianto, David Herman Jaya, Eddy Hussy, Ulung Rusman, Pui Sudarto, Husin Widjajakusuma, dan Ferry Salman berharap Tahun Baru Imlek 2570 ini bisa menjadi lantunan kebaikan dalam spektrum yang lebih luas, sekaligus menjadi harapan warga keturunan Tionghoa di Indonesia untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa dan negara.

“Kami berharap Perayaan Imlek Nasional 2019 bisa menjadi momentum penting bagi etnis Tionghoa sehingga Indonesia bisa menjadi negara besar, makmur, damai, dan berkeadilan serta menjunjung tinggi toleransi dengan cara terus merajut kebhinekaan dan memperkokoh persatuan Indonesia,” ujar Sudhamek yang diaminkan seluruh panitia yang hadir.

Asal usul Tahun Baru Imlek adalah merupakan hari merayakan datangnya musim semi di daratan Tiongkok. Perayaan ini diisi dengan rangkaian kegiatan berupa doa, berkumpul dan makan bersama keluarga, kerabat, dan para sahabat. Hidangan yang disajikan semisal kue nian gao atau kue keranjang. (RN)