Jakarta, innews.co.id – Tidak lama lagi, tepatnya 13-18 September 2018 di Yogyakarta, Indonesia akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan 35th General Assembly of UN-ICW International Council of Woman (ICW).

Ini merupakan sesuatu yang sangat membanggakan dan mengisyaratkan bangsa kaum perempuan Indonesia diperhitungkan di level internasional.

ICW adalah organisasi kemasyarakatan (Civil Society) yang diakui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dalam hal ini UN-Women yang berdiri sejak tahun 1888 yang saat ini sudah berusia 130 tahun.

Misi ICW antara lain memperjuangkan kemajuan perempuan dan mendukung program kegiatan UN-WOMEN CSW ke-62 tahun 2018 yaitu meningkatkan perekonomian perempuan dan anak di pedesaan.

General Assembly ini merupakan event 3 tahunan ICW. Ada pun tahun ini tema yang diangkat “Transforming Society Through Women Empowerment”.

Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd (kiri) Ketua Umum KOWANI bersama Presiden of ICW Dr.Kim Jung Sook

GA ke-35 ini akan dihadiri lebih 200 delegasi internasional ICW yang berasal dari 100 negara, 1.000 perempuan Indonesia, para Duta Besar Negara sahabat dan Menteri-Menteri wanita Kabinet Kerja.

Salah satu agenda acaranya antara lain memilih Presiden ICW yang baru.

Pada akhir acara, diadakan kunjungan ke Balkondes (Balai Eoknomi Desa) Borobudur serta penanaman pohon oleh seluruh utusan ICW.

Balkondes merupakan sebuah program bentukan BUMN yang akan dimanfaatkan sebagai sebuah etalase bagi perekonomian daerah.

Selama ini Balkondes menjalin kemitraan lewat CSR (Corporate Social Responsibility) yang berguna meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.

Untuk mendukung program ini, BUMN juga membekali masing–masing Balkondes dengan BUMN sponsor.

Untuk daerah Borobudur sendiri, sudah ada 20 Balkondes yang dibuat oleh BUMN.

Delegasi ICW akan menginap satu malam di Homestay Balkondes. Selama di Balkondes, delegasi ICW akan menikmati keindahan alam pedesaan, kebudayaan dan kuliner lokal. Mereka juga akan menikmati keindahan dan kemegahan Candi Borobudur, yang merupakan wujud kejayaan Nusantara dibangun antara tahun 780-840 Masehi oleh Dinasti Syailendra. (RN)