Jakarta, innews.co.id – Untuk pertama kali PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sebagai induk holding industri pertambangan.

Agenda RUPS membahas perubahan terkait anggaran dasar dan susunan pengurus perseroan dilaksanakan untuk mempercepat proses sinergi dari masing-masing perusahaan holding industri pertambangan.

RUPS dibuka dan dipimpin oleh Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno sebagai kuasa pemegang saham yang dihadiri oleh seluruh jajaran Dewan Komisaris dan direksi Inalum; Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN Edwin Hidayat Abdullah serta beberapa pejabat Kementerian BUMN lainnya.

Pada kesempatan tersebut, Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin menjelaskan beberapa perubahan terkait anggaran dasar dan susunan pengurus perseroan dilaksanakan untuk mempercepat proses sinergi dari tiap perusahaan holding industri pertambangan.

“Beberapa perubahan telah ditetapkan dalam RUPS dalam rangka mempercepat proses konsolidasi di internal holding industri pertambangan, mohon doa restunya agar proses tersebut berjalan dengan lancar dan tanpa hambatan sehingga holding industri pertambangan mampu menjadi perusahaan kelas dunia,” ungkap Budi dalam keterangan resminya, Kamis (12/4).

Dalam susunan pengurus perseroan tersebut terdapat beberapa wajah baru yang mengisi. Misalnya, Fajar Harry Sampurno yang menjabat komisaris utama. Fajar lahir di Blitar, Jawa Timur, 18 April 1966. Meraih gelar S1 dari Universitas Brawijaya, Master of Business Administration dari Monash University, dan Doctor of Philosophy dari University of Iowa, USA. Saat ini Fajar menjabat sebagai Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media di Kementerian BUMN.

Kemudian, Muhammad Munir dengan jabatan komisaris. Lahir di Kendal, Jawa Tengah, 28 Oktober 1958, Munir adalah seorang tokoh militer Indonesia. Pernah menjabat sebagai Wakil KSAD, 2013-2015. Ia merupakan alumnus Akademi Militer di Magelang tahun 1983 dan berasal dari kecabangan infanteri. Munir tercatat pernah menjadi Ajudan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, kemudian menjabat Kasdivif 1/Kostrad, Kasdam Jaya, Pangdivif 2/Kostrad, Pangdam III/Siliwangi, Pangkostrad, Wakasad, Pati Mabes TNI dan terakhir beliau menjabat sebagai Sekjen Wantannas hingga tahun 2016.

Wajah baru lainnya, Orias Petrus Moedak dengan posisi direktur keuangan. Ia lahir di Kupang, Nusa Tenggara Timur, 26 Agustus 1967. Memiliki pengalaman mumpuni di dunia keuangan, Orias berhasil menduduki beberapa posisi strategis yang pernah dijabat seperti Direktur Utama PT Pelindo III, Direktur Keuangan PT Pelindo II, Direktur Corporate Finance PT Bahana Securities, Managing Director Head of Indonesia Coverage Daiwa Capital Markets Singapore Limited, Senior Auditor Ernst & Young dan terakhir sebagai Direktur Keuangan PT Bukit Asam (Persero) Tbk atau PTBA hingga tahun 2018.

Ada juga Ogi Prastomiyono, menjabat direktur layanan strategis. Lahir di Bogor, Jawa Barat, 21 Mei 1961, Ogi meraih gelar BSc dari Institut Pertanian Bogor, 1984, Master dari Institut Ekonomi, Boulder Colorado, AS, 1992 dan MBA dari Universitas Notre Dame, Indiana, AS, 1994. Pada Mei 2008, ia ditunjuk sebagai Direktur Bank Mandiri, bertanggung jawab untuk kepatuhan dan sumber daya manusia. Posisi terakhir Ogi di Bank Mandiri adalah sebagai direktur operasi. (RN)

Berikut susunan lengkap pengurus Inalum per 11 April 2018:

Susunan Dewan Komisaris

1. Komisaris Utama : Fajar Harry Sampurno
2. Komisaris : Agus Tjahajana Wirakusumah
3. Komisaris : Purbaya Yudhi Sadewa
4. Komisaris : Muhammad Munir

Susunan Direksi

1. Direktur Utama : Budi Gunadi Sadikin
2. Direktur Keuangan : Orias Petrus Moedak
3. Direktur Layanan Strategis : Ogi Prastomiyono
4. Direktur Pengembangan Bisnis (merangkap Direktur Pelaksana) : Oggy Achmad Kosasih
5. Direktur Produksi : Sahala Hasoloan Sijabat
6. Direktur Umum dan Human Capital : Carry Mumbunan