Dari kiri: Liem Liliany Lontoh Ketua Panitia, Pdt Manuel Raintung Ketua PGIW DKI Jakarta, Pdt. Liem Wira Wijaya Ketua Walubi DKI Jakarta dan Teddy Sugianto Ketua Umum Perhimpunan INTI

Jakarta, innews.co.id – Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) bekerja sama dengan Puan Amal Hayati memberi contoh indahnya hidup dalam kebersamaan dan persaudaraan di Indonesia.

Sejumlah pengurus INTI bersama para tokoh lintas agama dan istri Presiden Indonesia keempat Abdurrahman Wahid, Sinta Nuriyah Wahid dan Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie, menggelar Sahur Keliling di RPTRA Kalijodo, Jakarta Utara, Selasa,(12/6).

Acara saur tersebut diikuti lebih dari 2.000 orang.

Dalam sambutannya, Istri Presiden Republik Indonesia ke-4 Abdurrahman Wahid, Sinta Nuriyah Wahid mengatakan, acara sahur bersama yang digelar oleh perhimpunan INTI memberikan nilai kerukunan dan perdamaian. Sebab acara itu dihadiri oleh berbagai macam suku dan agama. “Jadi acara ini saya bersukur dah. Kalau melihat seperti ini Indonesia itu dalam keadaan rukun dan damai dalam kehidupan yang damai bersama semuanya,” kata Sinta.

Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie mengatakan, acara sahur bersama yang digelar INTI ini dapat memberikan inspirasi di masyarakat karena dapat mempersatukan ragam suku dan agama.

“Acara ini memberi inspirasi banyak orang, manfaatnya itu secara horizontal dan vertikal sangat baik untuk mempersatukan,” kata Jimly seraya mengatakan,kita harus beri apresiasi dan lagi pula sebagaimana saya sampaikan disini berkumpul bukan hanya kalangan atas, tapi kebanyakan kalangan anak yatim, janda orang miskin, tapi para elit tokoh-tokoh nasional. Maka ini hubungan vertikal ini diperdekat, tapi juga horizontal semua tokoh tokoh agama ada disini termasuk aliran kepercayaan saya rasa ini menyadarkan kita.

Meski demikian, kata dia, masing-masing manusia memiliki keyakinan dan kepercayaan yang tak boleh disamakan. Karena hal itu sudah tertuang dalam kitab suci Al-quran yang berbunyi Lakum Dinukum Waliyadin ‘Bagimu agamu, dan bagiku agamaku’.

“Tapi saling menghormati satu dengan yang lain dan tercermin di acara ini. Mudah-mudahan semua masyarakat beragama di Indonesia sama-sama bertoleransi memanfaatkan suasana Ramadhan suasana tahan diri jangan dipengaruhi oleh setan yang mengajak ke arah perpecahan permusuhan, tapi kita harus membangun kerja sama dalam kebaikan dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,” jelasnya.

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal INTI Ulung Rusman mengucapkan terima kasih kepada warga Kalijodo yang sudah mau menyempatkan waktu untuk hadir dalam acara sahur bersama ini. Tak luput ia juga memberikan ucapan selamat menjalankan ibadah puasa. Ulung pun berharap dengan diselenggarakannya acara sahur bersama ini, rasa keutuhan dan persatuan tumbuh di antara masyarakat Indonesia.

Sementara itu, menurut Liem Liliany Lontoh Ketua Panitia, maksud dan tujuan dari acara ini adalah mempererat silahturahmi antar-sesama warga bangsa, terutama dengan memberikan perhatian khusus kepada mereka yang kurang beruntung. Juga menyantuni kaum duafa yang sedang menjalani ibadah puasa.

Selain itu, memberi penyadaran kepada kita semua tentang pentingnya menghormati, menjaga, merawat, dan merayakan kebhinekaan dalam bingkai NKRI. “Acara ini juga menyadarkan bahwa perbedaan agama dan keyakinan tidak perlu membuat kita saling terasing satu sama lain, justru saling mempererat persaudaraan. Selain melatih kerjasama berbagai komponen bangsa,” jelas Liliany.

Ditambahkannya, berkaitan dengan INTI, kata Liliany, INTI selalu konsisten mendukung setiap upaya yang memperjuangkan kepedulian, kebersamaan, persahabatan, dan persaudaraan sesama warga bangsa tanpa terkecuali. “Kelahiran INTI tidak terlepas dari peran Gus Dur–secara khusus, dan dukungan Nahdlatul Ulama secara umum. INTI berpendapat sudah selayaknya bila setiap warga bangsa saling menghormati agamadan kepercayaan saudaranya, dan saling membantu selaras dengan nilai gotong-royong yang menjadi nilai luhur yang diwariskan generasi pendahulu,” tukas Liliany. (RN)