Bali, innews.co.id – Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) Wilayah Bali menjadi provinsi yang pertama kali menggelar Konferensi Wilayah IPPAT di era kepengurusan IPPAT di bawah kepemimpinan Julius Purnawan, di Hotel Gran Inna BaliBeach, Sanur, Bali, Senin (19/11).

Dalam sambutannya Nyoman Mertajaya SH., MKn., Ketua Panitia mengatakan, total peserta sebanyak 370 peserta dari total anggota 561 orang.

Para peserta berasal dari Pengda Kota Denpasar 89 peserta, Badung (109), Gianyar (31), Tabanan (54), Klungkung (13), Karangasem (21), Bangli (10), Buleleng (24), dan Jembrana (19).

Kepala BPN Wilayah Bali

Sementara itu, Ketua Pengwil Bali I Made Widiade, SH., MKn., dalam sambutannya mengajak para PPAT saling membantu dan menghindari perbedaan. “Kalau pun ada perbedaan, jangan sampai mengarah pada permusuhan. Kebersamaan dan kekompakan menjadi kunci majunya organisasi ini,” seru Widiade.

Sementara itu, Julius Purnawan, SH., MSi., Ketua Umum PP IPPAT, menguraikan tentang pemahaman MP3 yang dibentuk bahwa bukan saja untuk mengontrol kerja para PPAT, tapi juga sebagai harmonisasi hubungan antara BPN dengan PPAT.

Para peserta Konferwil bersama PP IPPAT dan Kepala BPN Wilayah Bali

Masalah Gugatan sejumlah anggota PPAT juga dilontarkan oleh Julius. Ia menerangkan, pihaknya hanya sebagai peserta, bukan panitia. Sehingga tidak mungkin pihaknya membuat kecurangan, melakukan mark up suara, dan sebagainya.

Julius juga memastikan bahwa semua prosedur sesuai AD/ART sudah dijalankan pada Kongres VII IPPAT. “Kalau memang ada yang mungkin belum dilaksnakan, itu menjadi catatan agar ke depan pelaksanaan Kongres IPPAT bisa lebih baik lagi,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Wilayah Bali Rudi Jaya mengatakan, menyambut baik pelaksanaan Konferwil ini sebagai bagian dari jalannya roda organisasi.

Tim Pengurus Pusat hadir di Konferwil IPPAT Bali

Rudi berharap, konferwil ini bisa menghasilkan keputusan-keputusan yang berguna bagi kemajuan pelayanan PPAT di Bali. (RN)

Hosting Unlimited Indonesia