Jakarta, innews.co.id – Sesuai penetapan perdamaian yang telah diputuskan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Barat, maka kini organisasi Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) dipimpin oleh Pimpinan Kolektif Kolegial yakni Dr. Hapendi Harahap, SH., MH., Otty H.C. Ubayani, SH., Sp.N., MH., dan Firdhonal, SH.

Ketiganya secara bersama-sama akan menakhodai jalannya roda organisasi IPPAT.

Melihat penetapan pengadilan yang demikian, maka bisa dikatakan Pengurus Pusat IPPAT hasil Kongres VII di Makassar sudah lumpuh. Sebab, tidak mungkin sebuah organisasi dipimpin oleh dua pihak.

Sementara itu, Pimpinan Kolektif Kolegial ini akan bekerja bersama. Dengan kata lain, kepemimpinannya tetap satu.

Sejumlah PPAT menyambut baik penetapan pengadilan ini dan berharap masalah di tubuh IPPAT bisa segera terselesaikan. Karena tidak bisa dipungkiri sejak Juni 2018 hingga kini, persoalan IPPAT ini cukup mengkhawatirkan.

Namun, dengan Penetapan Perdamaian yang telah diputuskan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Barat ini, maka ada secercah harapan terhadap penyelesaian konflik IPPAT.

Lewat perdamaian ini paling tidak masalah Kongres VII IPPAT sudah terurai. Kasus masih berjalan. Ke depan tentu diharapkan ada penguatan terhadap putusan pengadilan sehingga para PPAT bisa menjalankan tugas dan fungsinya tanpa terganggu persoalan organisasi. (RN)