Jakarta, innews.co.id – Guna menjalankan roda organisasi yang sehat, maka diperlukan sinergi dan kesepahaman serta kerja sama dari semua pihak yang terlibat di dalamnya. Selain itu, tetap mengembangkan sikap saling menghargai perbedaan dan berusaha mencapai persamaan persepsi. Hal penting lainnya adalah bagaimana setiap pengurus dan anggota menyadari kebhinnekaan dan menghilangkan kepentingan pribadi/kelompok dengan berorientasi pada tujuan bersama.

Penegasan ini disampaikan Dr. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd., selaku Ketua Umum IPSM Nasional dalam Musyawarah Kerja Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Nasional yang diadakan di Gedung BKKBN, Jakarta, Kamis, (19/4).

Dr. Giwo tengah memberikan sambutan

Acara yang mengangkat tema “Dengan Semangat Pengabdian, Perkuat Eksistensi IPSM” ini dihadiri oleh segenap Dewan Pimpinan dan Pengurus IPSM Nasional masa bakti 2017-2022.

Lebih jauh Dr. Giwo yang juga Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) ini mengatakan, “Sebagai seorang pekerja sosial tentu dituntut untuk dapat menjalankan tugasnya dengan komitmen yang tulus ikhlas, tanpa pamrih, jujur dan mampu menjadi teladan”.

Ke depan, lanjut Dr. Giwo, perlu diadakan terobosan-terobosan, inovasi dan kreasi dalam melaksanakan kegiatan melalui program yang telah diproyeksikan berdasarkan keadaan dan situasi lingkungan sosial secara terencana sesuai kearifan lokal yang ada.

Turut hadir pada acara tersebut Afrizon Tanjung yang hadir mewakili Menteri Sosial. Sementara Prof Dr Haryono Suyono, MA., Ph.D., yang juga adalah anggota Majelis Pertimbangan IPSM Nasional mengajak seluruh pengurus untuk meningkatkan jiwa sosial dalam masyarakat dari seluruh tingkatan/lapisan yang ada. “Kita semua bisa menjadi relawan bagi masyarakat luas,” kata Haryono.

Di akhir acara, secara khusus Dr. Giwo meminta semua ketua dan pimpinan bidang untuk segera mengkonsolidasikan hasil Muker dalam kegiatan dan program secara masif dan konkrit untuk mencapai visi dan misi IPSM Nasional. (RN)